Bagi pengguna yang mengejar performa, iQOO 15R dan Vivo X300 FE sama-sama masuk ke wilayah yang sangat serius. Keduanya membawa Snapdragon 8 Gen 5 berbasis proses 3nm, GPU Adreno 829, RAM LPDDR5X, dan penyimpanan UFS 4.1, sehingga kelasnya memang sudah sama-sama flagship.
Meski begitu, arah pendekatan keduanya berbeda jelas. iQOO 15R memilih dorongan tenaga yang lebih agresif, sedangkan Vivo X300 FE menekan keseimbangan agar tetap stabil saat dipakai lebih lama.
Jika melihat angka benchmark yang dikutip Nanoreview, iQOO 15R memang memegang keunggulan di performa mentah. Di AnTuTu, perangkat ini mencatat skor sekitar 3.100.220, atau sekitar 8 persen lebih tinggi dari Vivo X300 FE yang berada di kisaran 2.869.139.
Situasinya tidak sesederhana itu saat masuk ke Geekbench 6. iQOO 15R mencatat sekitar 2.766 untuk single-core dan 8.923 untuk multi-core, sementara Vivo X300 FE berada di kisaran 2.818 untuk single-core dan 9.052 untuk multi-core.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak keduanya tidak jauh di semua skenario pengujian. iQOO 15R lebih menonjol di total skor AnTuTu, tetapi Vivo X300 FE tetap sangat dekat bahkan unggul tipis di Geekbench 6.
Dorongan ekstra di iQOO 15R
Keunggulan iQOO 15R tidak datang dari kelas chip yang berbeda, melainkan dari clock speed yang disebut sedikit lebih tinggi. Faktor ini memberi tambahan tenaga saat perangkat diminta bekerja pada beban maksimum.
Karakter seperti ini akan lebih terasa pada pengguna yang mengejar respons cepat dan performa puncak. Dalam skenario gaming berat, pendekatan itu membuat iQOO 15R tampak lebih agresif daripada rivalnya.
Namun, pendekatan tersebut juga membawa konsekuensi. iQOO 15R tercatat menghasilkan panas lebih tinggi saat digunakan dalam sesi panjang, meski keduanya sama-sama memakai sistem pendingin vapor chamber.
Vivo X300 FE memilih ritme yang lebih tenang
Vivo X300 FE tidak mencoba mengejar angka tertinggi di setiap pengujian. Sebagai gantinya, perangkat ini disebut berjalan sedikit lebih dingin dan lebih stabil untuk pemakaian jangka lebih lama.
Bagi banyak pengguna, stabilitas seperti ini punya nilai besar. Performa yang lebih konsisten membantu perangkat menjaga ritme kerja tanpa penurunan yang terlalu terasa saat dipakai terus-menerus.
Di titik ini, perbandingan keduanya jadi jelas. iQOO 15R unggul saat tenaga puncak yang dicari, sedangkan Vivo X300 FE menawarkan pendekatan yang lebih rapi untuk penggunaan panjang.
Layar dan baterai mempertegas arah masing-masing
Perbedaan karakter itu juga terlihat pada layar. iQOO 15R memakai panel AMOLED LTPS 6,59 inci dengan resolusi 1260 x 2750 dan refresh rate 144Hz.
Vivo X300 FE menggunakan AMOLED LTPO 6,31 inci dengan resolusi 1216 x 2640 dan refresh rate 120Hz. Keduanya sama-sama mencapai peak brightness 5.000 nits, tetapi iQOO 15R punya nilai tambah untuk gaming dan navigasi yang lebih mulus berkat refresh rate lebih tinggi serta ukuran layar yang lebih besar.
Dari sisi daya, iQOO 15R membawa baterai 7.600 mAh dengan pengisian cepat 100W. Vivo X300 FE memakai baterai 6.500 mAh dengan pengisian 90W dan dukungan wireless charging 40W.
Untuk penggunaan berat, iQOO 15R disebut lebih tahan, terutama saat gaming dan sesi panjang. Di sisi lain, Vivo X300 FE unggul dalam fleksibilitas pengisian karena sudah mendukung pengisian nirkabel.
Kamera menempatkan Vivo X300 FE di posisi lebih lengkap
Bagian kamera memperlihatkan jurang fokus yang cukup tegas. Vivo X300 FE membawa kamera utama 50 MP, ultrawide 8 MP, telefoto 50 MP dengan 3x optical zoom, dan kamera depan 50 MP.
iQOO 15R tampil lebih sederhana dengan kamera utama 50 MP, ultrawide 8 MP, dan kamera depan 32 MP. Susunan ini membuat Vivo X300 FE terlihat lebih serbaguna sebagai perangkat flagship yang seimbang.
Pada akhirnya, iQOO 15R tetap lebih menggoda bagi pengguna yang mengejar angka, tenaga puncak, layar cepat, dan baterai besar. Tetapi Vivo X300 FE punya kartu trik yang sulit diabaikan lewat stabilitas, efisiensi, dan paket yang lebih lengkap untuk pemakaian harian maupun gaming panjang.
Source: tech.sportskeeda.com