Warganet Menuding Ahmad Dhani Cari Validasi Usai Unggah Momen Prabowo di Resepsi El Rumi

Reaksi keras bermunculan setelah Ahmad Dhani membagikan momen kehadiran Presiden Prabowo Subianto di resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Alih-alih dipandang sebagai dokumentasi acara keluarga, unggahan itu justru memicu pembacaan lain dari warganet yang menilai ada upaya menonjolkan kedekatan dengan tokoh politik.

Sorotan publik langsung mengarah ke cara Dhani menampilkan foto dan video saat Prabowo datang. Banyak pengguna media sosial melihat momen salam singkat itu dibingkai seolah menjadi penegasan hubungan istimewa, sehingga komentar bernada kritik pun cepat memenuhi kolom unggahan di Instagram.

Di antara respons yang muncul, istilah validasi menjadi kata yang paling sering disorot. Seorang warganet menulis, “Haus validasi. Memang masih perlu validasi pakde?” sementara komentar lain menyebut Dhani seperti ingin terlihat dekat dengan Prabowo meski yang tampak hanya salaman singkat.

Nada serupa juga muncul pada komentar lain yang menilai Dhani terlalu berusaha memperlihatkan kedekatan. Salah satu warganet menulis, “Si paling merasa dekat sama Prabowo padahal cuma disalamin doang.”

Pola komentar itu menunjukkan bahwa publik membaca unggahan tersebut bukan sekadar sebagai arsip momen keluarga. Sebaliknya, banyak yang menafsirkannya sebagai bentuk penampilan relasi dengan figur politik yang dianggap berlebihan.

Di tengah ramainya kritik, Ahmad Dhani kemudian merespons dengan unggahan lain di akun media sosialnya. Kali ini ia membagikan foto lama bersama Abdurrahman Wahid sebagai penegasan bahwa kedekatannya dengan tokoh nasional bukan hal baru.

Dalam unggahan lanjutan itu, Dhani menulis bahwa dirinya sudah bersahabat dengan Presiden RI sejak usia muda. Ia juga menambahkan kalimat, “Umur 27-an sudah bersahabat dengan Presiden RI, pamer? Memang iya, kocak.”

Unggahan tersebut memperlihatkan bahwa Dhani memilih menjawab sorotan dengan penegasan, bukan diam. Namun, langkah itu belum sepenuhnya meredakan perdebatan yang sudah telanjur menyebar di ruang digital.

Kasus ini kembali menunjukkan betapa cepatnya unggahan selebritas yang melibatkan tokoh politik berubah menjadi bahan polemik. Momen yang berlangsung singkat di acara keluarga bisa dipersepsikan sebagai simbol kedekatan, terutama ketika dibagikan dengan penekanan visual yang kuat.

Pada saat yang sama, reaksi warganet juga memperlihatkan sensitivitas publik terhadap konten yang dianggap menampilkan relasi kuasa secara berlebihan. Dalam kasus Ahmad Dhani, kritik tidak hanya tertuju pada isi unggahan, tetapi juga pada kesan bahwa publikasi itu dibuat untuk membangun citra tertentu.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version