Warisan Nina Simone Hidup Lagi di Java Jazz, Lisa Simone Bawa Tribut yang Sangat Personal

Di tengah riuh International Java Jazz Festival 2026, Lisa Simone muncul sebagai salah satu penampil yang paling menyita perhatian. Penampilannya di BYD Hall, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, pada Sabtu (30/5) malam, terasa bukan sekadar konser biasa, melainkan ruang yang membawa penonton masuk ke dalam warisan musik Nina Simone.

Lisa tampil bersama big band Harbourside Jazz asal Australia dan membangun suasana yang hangat sejak awal. Di hadapan ribuan penonton, ia menghidupkan panggung dengan pendekatan yang emosional, komunikatif, dan sarat penghormatan terhadap nama besar ibunya.

Tribut yang terasa personal

Yang membuat penampilan Lisa menonjol bukan hanya pilihan lagunya, tetapi juga cara ia menempatkan setiap lagu sebagai bagian dari cerita. Ia membuka interaksi dengan sapaan singkat yang langsung disambut sorak penonton, lalu bergerak ke repertoar yang akrab bagi pencinta jazz tanpa kehilangan energi panggung.

Nuansa tribut kepada Nina Simone terasa kuat di sepanjang penampilan. Lisa membawakan I’m Gonna Leave You dan My Baby Just Cares For Me, dua nomor yang langsung menghubungkan penonton dengan jejak musikal sang ibu.

Cerita di balik lagu

Momen yang paling personal hadir saat Lisa menyanyikan Do I Move You?. Pada bagian ini, ia berbagi kisah tentang putrinya, ReAnna Simone, dan mengenang saat ReAnna masih kecil pernah diminta memilih lagu yang ingin dinyanyikan.

Pilihan ReAnna kala itu adalah Do I Move You?, dan kenangan tersebut masih disimpan Lisa dengan rasa haru sekaligus hangat. Cerita itu membuat pertunjukan tidak hanya terdengar sebagai penghormatan kepada Nina Simone, tetapi juga sebagai jembatan antargenerasi di dalam keluarganya sendiri.

Warisan yang terus dijaga

Penampilan di Java Jazz memperlihatkan bagaimana warisan Nina Simone tetap hidup melalui Lisa. Dengan vokal yang kuat dan kemampuan bercerita yang menonjol, ia tidak berhenti pada sekadar membawakan lagu lama, tetapi juga menghidupkan kembali makna yang melekat pada setiap nomor.

Salah satu unsur penting dari identitas artistik Lisa adalah istilah “Griot” yang pernah diperkenalkan Nina Simone. Griot merujuk pada sosok penjaga cerita, budaya, dan sejarah melalui seni, dan semangat itu tampak dalam cara Lisa membangun pertunjukan tanpa meninggalkan ciri khasnya sendiri.

Urutan lagu dan respons penonton

Set daftar lagu yang dibawakan Lisa membuat alur emosi bergerak naik turun sepanjang malam. Dari pembuka yang kuat hingga bagian penutup yang akrab, penonton tetap terhubung dengan pertunjukan yang berlangsung penuh energi.

Lagu-lagu yang dibawakan adalah I’m Gonna Leave You, My Baby Just Cares For Me, Do I Move You?, Work Song, Dysfunction, dan Feelin’ Good. Feelin’ Good menjadi lagu terakhir dan memancing banyak penonton ikut bernyanyi bersama.

Sepanjang penampilan, Lisa menjaga suasana tetap intim meski tampil di hadapan ribuan orang. Kehadiran Harbourside Jazz turut memperkaya warna panggung dengan suara big band yang terasa penuh dan berlapis.

Di akhir pertunjukan, Lisa menyampaikan terima kasih kepada para penonton yang hadir malam itu. Ia juga berharap bisa bertemu lagi dalam waktu dekat sebelum meninggalkan panggung dengan senyum lebar.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version