Xpeng Masih Merugi Besar, Namun Target Pengiriman Kuartal Kedua Naik Hampir 70 Persen

Xpeng menutup awal tahun dengan tekanan besar, tetapi perusahaan justru memasang target pemulihan yang agresif untuk kuartal berikutnya. Di saat laba masih tertekan, produsen mobil listrik asal Tiongkok itu memperkirakan pengiriman kendaraan bisa melonjak hampir 70 persen dari kuartal sebelumnya.

Sinyal ini muncul ketika pasar otomotif Tiongkok masih melemah pada musim sepi. Meski begitu, Xpeng bertumpu pada model baru dan perbaikan margin untuk mendorong rebound penjualan di tengah persaingan yang tetap ketat.

Kerugian melebar, pendapatan ikut turun

Dalam tiga bulan yang berakhir 31 Maret, Xpeng membukukan rugi bersih 1,78 miliar yuan atau sekitar $260 juta. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan rugi 660 juta yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kerugian tersebut sekaligus menghapus singkatnya periode laba kuartalan pertama yang baru diraih perusahaan pada kuartal keempat 2025. Di sisi lain, pendapatan kuartal pertama turun 17,6% secara tahunan menjadi 13,03 miliar yuan.

Margin membaik, tetapi volume masih tertahan

Di tengah tekanan pendapatan, beberapa indikator operasional justru bergerak positif. Margin kotor keseluruhan naik ke 20,6% dari 15,6% setahun sebelumnya, sedangkan margin kendaraan meningkat menjadi 12,1% dari 10,5%.

Namun, pengiriman kendaraan masih menjadi titik lemah utama. Xpeng hanya mengirimkan 62.682 kendaraan pada kuartal pertama, turun 33,32% dari 94.008 unit pada periode yang sama 2025 dan merosot 46,08% dibandingkan kuartal keempat tahun lalu.

Meski begitu, angka itu masih berada dalam rentang panduan sebelumnya, yakni 61.000 hingga 66.000 unit. Capaian tersebut menunjukkan perusahaan tetap mampu menjaga volume sesuai target meski pasar sedang lesu.

Target kuartal kedua jauh lebih tinggi

Untuk kuartal kedua, nada Xpeng berubah jauh lebih optimistis. Perusahaan memperkirakan pengiriman berada di kisaran 100.000 hingga 106.000 unit, atau naik hingga 69,11% secara kuartalan.

Secara tahunan, proyeksi itu relatif datar karena basis pembandingnya juga tinggi. Tetapi bagi Xpeng yang baru melewati kuartal lemah, target tersebut menandakan ekspektasi pemulihan yang cukup agresif.

Xpeng juga memperkirakan pendapatan kuartal kedua berada di rentang 19,60 miliar yuan hingga 20,80 miliar yuan. Panduan itu mencerminkan pertumbuhan sekitar 7,25% hingga 13,82% secara tahunan.

Bila target itu tercapai, pengiriman selama Mei dan Juni diperkirakan mencapai 68.989 hingga 74.989 kendaraan. Artinya, sebagian besar pemulihan yang dibidik harus terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Model baru menjadi tumpuan

Dorongan utama untuk target rebound tersebut datang dari peluncuran produk baru. Xpeng baru saja merilis SUV flagship teknologi terbarunya, GX, pada 20 Mei, dan model itu menandai langkah perusahaan masuk lebih dalam ke segmen premium.

Perusahaan menilai kehadiran model baru akan menjadi penggerak utama pemulihan penjualan yang lebih stabil pada kuartal kedua. Hal ini penting karena performa Xpeng masih sangat bergantung pada kemampuan produk barunya untuk menarik permintaan di pasar yang sangat kompetitif.

Di pasar domestik, ada pula tanda stabilisasi yang tipis. Xpeng mengirimkan 31.011 kendaraan pada April, naik 13% dibanding Maret, meski masih lebih rendah secara tahunan.

Fokus teknologi tetap jalan

Selain menekan pemulihan penjualan lewat produk baru, Xpeng juga tetap menggarap strategi kecerdasan buatan. Chairman sekaligus CEO He Xiaopeng mengatakan fokus tahun ini adalah pencapaian produksi massal robotaxi dan robot humanoid.

Perusahaan juga tengah membangun ekosistem bisnis global untuk menjadikan teknologi physical AI sebagai mesin pertumbuhan baru. Di tengah upaya itu, kuartal kedua akan menjadi ujian penting bagi kemampuan Xpeng mengubah dorongan produk baru menjadi pemulihan bisnis yang nyata.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version