XRP Dekati Titik Kritis $1,50, Sinyal Breakout Kuat Tapi Bayangan Fake Out Masih Ada

Pasar XRP kembali berada di titik yang membuat trader waspada. Area $1,50 yang sudah dua kali memicu harapan breakout kini diuji lagi, tetapi riwayat penolakan sebelumnya membuat lonjakan harga ini belum cukup untuk dianggap aman.

Dalam sepekan terakhir, XRP naik 7,5% dan menguat 5,4% dalam 24 jam terakhir. Harga juga mendekati resistance $1,45, sementara perhatian utama pasar tetap tertuju pada apakah level $1,50 bisa ditutup dengan kuat di grafik mingguan.

Bayang-bayang dua penolakan sebelumnya

Keraguan pasar bukan tanpa alasan. Dalam tiga bulan terakhir, area $1,50 sudah dua kali diuji, dan setiap kali dorongan harga muncul, XRP kembali mundur sebelum momentum benar-benar berkembang.

Salah satu penolakan itu terjadi pada 17 Maret, ketika XRP melonjak setelah SEC dan CFTC sama-sama mengklasifikasikan XRP sebagai digital commodity. Harga sempat menyentuh $1,60 dengan volume perdagangan naik 250%, tetapi reli itu kehilangan tenaga setelah keputusan The Fed keesokan harinya.

The Fed mempertahankan suku bunga di 3,50%–3,75%, menaikkan proyeksi inflasi 2026 dari 2,4% menjadi 2,7%, dan hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun itu. Pada sesi yang sama, Bitcoin turun dari $74.000 ke $70.000, sementara XRP terkoreksi 5,3% ke $1,46 dan kemudian turun lagi ke $1,40 dalam sepekan.

Pola serupa muncul lagi pada 17 April. Saat itu XRP naik ke $1,51 setelah ETF XRP mencatat arus masuk mingguan terbesar di 2026 sebesar $55,39 juta, tetapi harga langsung mundur 4% pada sesi yang sama dan menutup pekan dengan retracement 54% dari pergerakan itu.

Level yang masih menahan harga

Secara teknikal, hambatan terdekat masih rapat. Rentang $1,45–$1,47 sudah menolak XRP empat kali dalam tiga bulan terakhir, sementara EMA 100 hari berada di $1,49 dan batas bawah cloud Ichimoku mingguan ada di $1,45.

Itulah sebabnya penutupan mingguan menjadi titik paling penting bagi pelaku pasar. Wick intraday di atas $1,50 belum dianggap cukup, karena pada 17 April XRP juga sempat menyentuh $1,51 tetapi gagal menutup di atas $1,46 secara mingguan.

Tekanan jual di area ini juga dipengaruhi struktur biaya pemegang. Sekitar 60% holder XRP memiliki biaya rata-rata di kisaran $1,44–$1,46, sehingga kenaikan ke area itu kerap memicu aksi jual impas.

Katalis yang memberi dukungan

Meski riwayat penolakan masih membayangi, kondisi pasar saat ini lebih mendukung dibandingkan beberapa percobaan sebelumnya. Bitcoin kini berada di atas $81.000 dan naik 3,4% dalam sepekan, sementara XRP ETF mencatat inflow $81,59 juta pada April setelah sempat turun ke $2 juta pada Maret.

Dari sisi regulasi, CLARITY Act dijadwalkan masuk markup di Senate Banking Committee pada 14 Mei. Rancangan itu dinilai bisa membuka arus masuk ETF tambahan jika lolos, sehingga pasar melihatnya sebagai salah satu pemicu yang paling relevan untuk XRP saat ini.

Pada saat yang sama, pola cup-and-handle yang terbentuk sejak Maret disebut sudah selesai. Jika XRP mampu menutup di atas $1,50 pada grafik mingguan, target terukur yang dibidik berada di $1,65–$1,70.

Risiko gagal breakout masih terbuka

Namun, dorongan bullish itu belum menutup semua risiko. Sebanyak 84% arus ETF XRP masih berasal dari investor ritel, sedangkan alokasi besar yang diharapkan dari status commodity masih menunggu kepastian CLARITY Act.

Di sisi politik, hambatan juga belum hilang. Pada 9 Mei, tiga kelompok dagang perbankan terbesar di AS secara formal menolak kompromi stablecoin Tillis-Alsobrooks yang dimasukkan ke dalam bill, dan tekanan itu bisa mendorong anggota Partai Republik untuk menunda atau mengubah isi rancangan.

Jika komite gagal menyatukan posisi atas kompromi tersebut, bill berisiko melewati tenggat reses Memorial Day pada 21 Mei. Dalam skenario seperti itu, penundaan bisa berlanjut setelah markup yang sudah lama tersendat.

Arah XRP berikutnya masih sangat bergantung pada hasil markup 14 Mei. Jika Senate Banking Committee meloloskan CLARITY Act, XRP punya jalan yang lebih jelas untuk menembus dan menutup di atas $1,50 pada grafik mingguan, tetapi jika amandemen menghapus substansi bill atau markup gagal maju, harga berisiko kembali ke $1,30 dan membuka potensi tekanan lanjutan ke $1,20.

Baca Juga

Back to top button