XRP Di Titik Rentan, Tiga Pemicu Besar Masih Bisa Balikkan Arah Sebelum 2027

Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar, XRP justru berada pada titik yang membuat sebagian investor mulai menimbang ulang posisinya. Aset kripto ini sudah turun 34% sepanjang tahun ini dan diperdagangkan sekitar 65% di bawah puncak 52 minggu yang tercapai pada musim panas lalu.

Level harga yang mendekati US$1 ikut memperbesar perhatian pasar. Meski tampak lemah, ada tiga pemicu yang masih bisa mengubah arah sentimen XRP sebelum memasuki Januari 2027, yakni ETF spot, adopsi institusional, dan kepastian regulasi lewat Digital Asset Market Clarity Act.

ETF spot belum menjadi pendorong yang diharapkan

Harapan besar sempat tertuju pada peluncuran spot XRP exchange-traded funds pada akhir tahun lalu. Produk itu memang langsung mendapat sambutan kuat, tetapi kenaikan minat tersebut belum cukup menahan pelemahan harga XRP.

Arus masuk ke ETF itu sudah melampaui US$1,2 miliar. Namun, capaian tersebut masih jauh dari proyeksi US$8 miliar yang sempat diperkirakan pada awal tahun lalu.

Kondisi itu menunjukkan ada permintaan, tetapi dorongan yang muncul belum cukup besar untuk membalik tren secara meyakinkan. Bagi XRP, ETF spot sejauh ini belum berubah menjadi mesin penggerak harga yang banyak diharapkan pasar.

Institusi mulai masuk, tetapi dampaknya belum penuh

Katalis berikutnya datang dari penggunaan XRP oleh bank dan lembaga keuangan. XRP blockchain ledger disebut mulai dipakai bukan hanya untuk transfer uang lintas negara, tetapi juga untuk pengelolaan likuiditas.

Seiring waktu, token XRP diproyeksikan makin menyatu dengan sistem keuangan tradisional melalui fungsi-fungsi baru. Ripple, perusahaan di balik XRP, juga telah menggelontorkan lebih dari US$3 miliar untuk transaksi terkait kripto dan blockchain.

Sejumlah eksekutif Ripple menilai investor yang sabar menunggu perubahan infrastruktur keuangan berbasis blockchain akan merasa sangat puas dalam beberapa tahun ke depan. Pandangan itu menegaskan bahwa nilai XRP masih erat dengan pembangunan ekosistem, bukan semata pergerakan harga harian.

Aturan baru bisa mengubah posisi XRP

Perhatian terbesar kini mengarah ke Digital Asset Market Clarity Act. Regulasi ini dinilai paling relevan bagi XRP karena tujuannya memudahkan bank, korporasi, dan institusi bekerja dengan kripto tanpa takut pada tindakan regulator.

XRP sudah lama dikenal sebagai “the banker’s coin”, dan Clarity Act berpotensi memperkuat identitas itu. Jika disahkan, aturan tersebut juga dapat memberi XRP keunggulan atas pesaing blockchain lain sekaligus membantu memastikan seluruh komponen kripto yang dibangun Ripple bekerja lebih selaras.

Rencana pemberlakuan undang-undang itu disebut akan berlangsung pada musim panas ini, dengan Gedung Putih menargetkan tanggal 4 Juli. Jika target tersebut tercapai, Clarity Act bisa menjadi titik balik yang mengubah narasi investasi XRP.

Harga rendah membuat pasar menilai ulang

Di tengah tekanan yang masih berlangsung, XRP bergerak di sekitar US$1. Posisi ini membuat valuasinya terlihat jauh lebih rendah dibandingkan puncak tahun lalu dan membuka ruang bagi pandangan bahwa pasar mungkin terlalu pesimistis.

Namun, riwayat XRP juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Aset ini berulang kali memberi harapan besar, tetapi belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi selama lebih dari satu dekade.

Bagi investor dengan pandangan jangka lebih panjang, kombinasi ETF spot, adopsi institusional, dan peluang kepastian regulasi tetap menjadi alasan utama untuk terus memantau XRP. Jika Clarity Act meluncur sesuai target dan adopsi ikut menguat, sentimen yang lemah saat ini bisa berubah lebih cepat dari perkiraan.

Exit mobile version