Dalam forum Bimbingan Teknis Daerah atau Bimtekda yang digelar di Solo, PKS Jawa Timur kembali menekankan pentingnya kualitas pribadi para legislatornya. Partai ingin wakil rakyat yang duduk di parlemen tidak hanya bekerja, tetapi juga menjaga integritas, profesionalitas, dan semangat pelayanan publik.
Penegasan itu disampaikan Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana. Ia menilai pejabat publik harus tampil bersih dan memiliki jiwa kenegaraan agar kepercayaan masyarakat tetap kuat.
Bagi PKS Jatim, ukuran seorang legislator tidak cukup dilihat dari seberapa sibuk ia menjalankan tugas politik. Disiplin, rasa tanggung jawab, dan kemampuan memegang amanah publik dianggap sebagai dasar yang tidak boleh ditinggalkan.
Bagus juga menegaskan bahwa istilah bersih dan profesional bukan sekadar semboyan organisasi. Dua nilai itu disebut sebagai fondasi agar kader yang duduk di legislatif tetap berada di jalur yang benar saat menjalankan peran sebagai wakil rakyat.
Hampir seluruh legislator hadir
Agenda Bimtekda tersebut diikuti oleh anggota DPR RI Fraksi PKS, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, serta anggota DPRD dari 38 kabupaten dan kota. Dari total 109 legislator PKS Jatim, sebanyak 107 orang hadir dalam kegiatan itu.
Dua legislator lainnya tidak dapat mengikuti agenda tersebut karena satu orang sedang menunaikan ibadah haji dan satu orang telah wafat. Kehadiran hampir seluruh anggota legislatif itu menunjukkan tingginya perhatian internal partai terhadap pembinaan dan penguatan kapasitas kader.
Penyamaan arah kerja politik
Bimtekda tidak hanya dipandang sebagai forum pelatihan rutin, tetapi juga sebagai ruang untuk menyamakan pandangan. PKS Jatim memanfaatkan agenda itu untuk memperkuat pemahaman para legislator terhadap tantangan pembangunan di daerah.
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah sinkronisasi Asta Cita dengan visi Jawa Timur Maju. Menurut Bagus, anggota dewan perlu memahami arah kebijakan pembangunan agar dapat menerjemahkannya ke dalam kerja politik yang konkret di wilayah masing-masing.
Konteks itu menjadi penting karena legislator tidak bekerja dalam ruang yang terpisah dari kebutuhan masyarakat. PKS Jatim mendorong agar setiap kader di legislatif tetap peka terhadap isu pembangunan dan mampu menjawabnya dengan langkah yang terukur.
Empat karakter yang ditekankan
Dalam forum tersebut, Bagus juga menyoroti empat karakter utama yang harus melekat pada legislator PKS. Empat hal itu adalah bersih, peduli, profesional, dan berjiwa negarawan.
PKS Jatim memandang keempat karakter tersebut sebagai ciri yang memperkuat identitas kader. Pada saat yang sama, nilai-nilai itu juga dianggap sebagai dasar untuk membangun dan menjaga kepercayaan publik.
Penekanan terhadap karakter itu menunjukkan bahwa kerja politik tidak dipisahkan dari etika. Legislator diharapkan tidak hanya aktif, tetapi juga konsisten menjaga sikap dan kualitas kerja dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat.
Pelayanan publik tetap jadi tujuan utama
Bagi PKS Jatim, penguatan kapasitas melalui Bimtekda bermuara pada satu tujuan, yaitu pelayanan publik yang lebih baik. Agenda tersebut diarahkan untuk meneguhkan komitmen para legislator agar lebih terarah saat memperjuangkan kepentingan rakyat.
Bagus menempatkan profesionalisme sejajar dengan integritas dan semangat kenegaraan. Kombinasi itu dinilai penting supaya legislator PKS mampu menghadapi agenda pembangunan tanpa kehilangan orientasi utamanya sebagai wakil rakyat.
Pesan yang dibawa dari Solo memperlihatkan arah pembinaan internal PKS Jatim yang menitikberatkan kualitas pribadi kader legislatif. Partai berharap standar bersih, profesional, peduli, dan berjiwa negarawan itu terus dijaga dalam kerja-kerja politik di daerah masing-masing.
Source: jatim.tribunnews.com




