Persaingan kecerdasan buatan antara Amerika Serikat dan China kini tidak lagi dipandang sebagai lomba teknologi biasa. Anthropic menilai pertarungan itu bisa menentukan siapa yang memegang pengaruh terbesar atas ekonomi, kebijakan global, hingga pertahanan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Pusat kekhawatiran perusahaan itu adalah kemungkinan hadirnya kecerdasan buatan tingkat manusia, atau AGI, pada 2028. Dalam pandangan Anthropic, momen tersebut dapat mengubah AI dari alat bantu menjadi kekuatan yang mampu mempercepat penemuan ilmiah, pengembangan perangkat lunak, dan riset AI itu sendiri.
Anthropic mengaitkan pandangan itu dengan dokumen kebijakan berjudul “2028: Two Scenarios for Global AI Leadership”. Dokumen tersebut memetakan perkembangan model AI yang bergerak sangat cepat dan berpotensi segera menjalankan tugas intelektual kompleks di bidang sains, keamanan siber, teknik, dan riset.
Perusahaan itu menggambarkan masa depan semacam itu sebagai “negara berisi para jenius di sebuah pusat data”. Gambaran itu menegaskan bahwa sistem AI tidak lagi hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga ikut mendorong penemuan baru dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada kemampuan manusia.
Dari sudut pandang Anthropic, implikasinya sangat besar. Negara yang menguasai sistem seperti itu akan memiliki pengaruh luar biasa dalam pembentukan aturan global, norma penggunaan, dan distribusi kekuatan di era berikutnya.
Compute menjadi titik perebutan utama
Dalam persaingan ini, Anthropic menempatkan compute sebagai unsur paling penting. Perusahaan tersebut menilai chip kelas atas dan infrastruktur pelatihan model menjadi medan yang menentukan dalam pengembangan AI frontier.
Keunggulan Amerika Serikat saat ini dinilai masih nyata karena dominasi compute. Anthropic juga menyebut kontrol ekspor yang diterapkan pemerintahan AS berturut-turut ikut membantu menjaga jarak dari China.
Namun, perusahaan itu memperingatkan bahwa selisih tersebut dapat menyusut cepat. Risiko utama muncul jika celah pada ekspor chip, pusat data luar negeri, dan akses model tidak segera ditutup.
Anthropic juga menyoroti kemungkinan perusahaan AI China tetap kompetitif melalui celah dalam kontrol ekspor. Selain itu, perusahaan ini menyinggung akses compute di luar negeri dan apa yang disebutnya sebagai “large-scale distillation attacks”.
Istilah itu merujuk pada penggunaan output dari model AI terdepan buatan AS untuk membangun kemampuan serupa dengan biaya lebih rendah. Anthropic menilai praktik semacam itu perlu dibatasi apabila Washington ingin mempertahankan posisi terdepan.
Dua jalur masa depan yang berbeda
Dalam dokumennya, Anthropic membagi 2028 ke dalam dua skenario besar. Skenario pertama menggambarkan Amerika Serikat dan sekutunya berhasil memperketat kontrol atas chip canggih, mencegah penyelundupan, dan mempercepat adopsi AI di dalam negeri.
Jika jalur ini terjadi, Anthropic menilai negara-negara demokratis dapat mempertahankan keunggulan yang kuat. Sistem AI Amerika disebut bisa tetap unggul 12 hingga 24 bulan dibanding pesaing dari China dalam hal kecerdasan dan kapabilitas.
Skenario kedua jauh lebih mengkhawatirkan bagi Washington. Anthropic menilai China bisa tetap sangat dekat dengan garis depan AI jika penegakan aturan lemah, akses ke infrastruktur compute luar negeri terus terbuka, dan sistem AI Amerika masih dimanfaatkan untuk riset dan pengembangan.
Dalam kondisi tersebut, China dinilai dapat ikut membentuk ekosistem AI global. Anthropic memperingatkan bahwa penggunaan AI untuk pengawasan, operasi siber, dan aplikasi militer dapat meluas.
Dorongan kebijakan yang lebih keras
Karena itu, Anthropic mendorong pembatasan yang lebih ketat atas chip selundupan, akses compute di luar negeri, dan peralatan manufaktur semikonduktor. Perusahaan itu juga meminta perlindungan yang lebih kuat terhadap model AI AS dari serangan distilasi.
Meski mengambil nada keras soal persaingan, Anthropic tetap mendukung dialog dengan peneliti AI di China dalam isu keselamatan. Tetapi perusahaan itu menilai dialog semacam itu akan paling efektif jika Amerika Serikat masih memegang keunggulan teknologi yang jelas.
Dengan menempatkan 2028 sebagai titik kritis, Anthropic pada dasarnya menegaskan bahwa perlombaan AI sudah memasuki fase yang bisa membentuk arah dunia dalam waktu dekat. Keputusan soal chip, infrastruktur, akses model, dan penegakan aturan saat ini akan ikut menentukan siapa yang memimpin tatanan AI global berikutnya.
Source: www.indiatoday.in




