Cristiano Ronaldo akhirnya pecah dalam tangis setelah Al Nassr memastikan gelar Liga Arab Saudi 2025/2026 lewat kemenangan 4-1 atas Damac di Alawwal Park. Momen itu menjadi penanda betapa beratnya perjalanan klub tersebut sebelum akhirnya menutup musim sebagai juara.
Ronaldo tampil sebagai sosok paling menentukan di laga pemungkas. Penyerang asal Portugal itu mencetak dua gol penutup kemenangan Al Nassr saat timnya menghadapi Damac pada Jumat (22/5/2026) dini hari WIB.
Selepas wasit meniup peluit panjang, emosi Ronaldo langsung meledak. Ia menangis di lapangan dan sempat menyeka air mata sambil menunjuk ke arah tribun tempat istri dan anaknya berada.
Sejumlah staf Al Nassr kemudian mendekat dan memeluk sang kapten untuk menenangkannya. Pemandangan itu memperlihatkan besarnya tekanan yang mengiringi perjuangan Al Nassr sampai pekan terakhir musim.
Gelar ini terasa sangat istimewa karena datang setelah Ronaldo menunggu empat musim untuk bisa juara di kompetisi tertinggi Arab Saudi. Bagi mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu, trofi bersama Al Nassr menambah daftar gelar liga domestik yang pernah ia raih di tiga negara berbeda.
Persaingan menuju tangga juara juga berlangsung sangat ketat hingga akhir. Al Nassr menutup musim di puncak klasemen dengan 86 poin, hanya unggul dua angka dari Al Hilal yang finis kedua dengan 84 poin.
Situasi itu membuat setiap laga penutup punya bobot besar. Al Nassr sempat punya kesempatan mengunci gelar lebih cepat saat menjamu Al Hilal pada 13 Mei, tetapi pertandingan berakhir 1-1 setelah kiper Bento melakukan gol bunuh diri di menit-menit akhir.
Hasil imbang tersebut menjadi pukulan berat bagi Al Nassr. Tekanan makin terasa ketika mereka kembali kalah 1-0 di final Asian Champions League Two pada 17 Mei.
Namun, semua beban itu terbayar di pertandingan terakhir liga. Kemenangan meyakinkan atas Damac bukan hanya memastikan trofi, tetapi juga mengakhiri musim dengan cara yang sangat emosional bagi Ronaldo dan seluruh anggota tim.
Bagi Al Nassr, gelar ini menjadi trofi liga ke-11 dalam sejarah klub. Pencapaian tersebut kembali menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan besar di level domestik setelah melewati penantian panjang dan rangkaian kegagalan yang menyakitkan.





