Andropause Sering Tak Disadari, Tubuh Pria Diam-Diam Kehilangan Energi Dan Percaya Diri

Banyak pria mengira tubuh yang mudah lelah, sulit fokus, dan terasa tidak sekuat biasanya hanya sedang dipaksa oleh rutinitas. Padahal, rangkaian keluhan itu juga bisa berkaitan dengan penurunan testosteron yang berlangsung pelan-pelan dan sering luput disadari.

Dampaknya tidak berhenti pada stamina. Saat hormon ini turun, perubahan fisik dan mental dapat ikut menggerus rasa percaya diri karena tubuh terasa berbeda dari kondisi yang biasa dirasakan.

Perubahan yang sering tidak langsung dikenali

Dokter spesialis urologi dan praktisi kesehatan pria dr Wempy Supit menyebut banyak keluhan yang kerap dianggap sepele ternyata berhubungan dengan perubahan hormonal. Keluhan itu antara lain cepat lelah, sulit konsentrasi, tidur yang tidak berkualitas, peningkatan lemak tubuh, berkurangnya massa otot, hingga kerontokan rambut.

Perubahan tersebut sering muncul bertahap sehingga tidak langsung terasa sebagai masalah hormon. Banyak pria lebih mudah mengaitkannya dengan stres kerja, kelelahan, atau bertambahnya usia.

Andropause dan proses yang berjalan lambat

Penurunan testosteron pada pria dikenal dengan istilah andropause. Kondisi ini kerap disamakan dengan menopause pada perempuan, meski prosesnya berbeda karena berlangsung lebih perlahan dan tidak setegas perubahan hormonal pada perempuan.

Karena jalannya bertahap, pria sering baru menyadari ada perubahan ketika tubuh sudah mulai terasa berbeda dari biasanya. Akibatnya, tanda-tanda awal kerap terlewat karena dianggap bagian wajar dari padatnya aktivitas harian.

Saat tubuh berubah, kepercayaan diri ikut terdampak

Testosteron memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran, massa otot, dan energi tubuh. Ketika kadarnya menurun, pria bisa merasakan penurunan performa fisik yang kemudian memengaruhi cara memandang diri sendiri.

Naiknya lemak tubuh dan menyusutnya massa otot dapat membuat tubuh terasa kurang prima. Dalam situasi seperti itu, rasa percaya diri bisa ikut turun karena tubuh tidak lagi terasa sekuat atau seaktif sebelumnya.

Tekanan hidup modern ikut memperberat

Menurut dr Wempy, kondisi ini kini juga lebih sering ditemukan pada pria usia produktif. Gaya hidup modern yang penuh tekanan, kurang istirahat, pola hidup tidak seimbang, dan tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat memperburuk kondisi hormonal tubuh.

Stres kronis dapat berjalan bersamaan dengan penurunan testosteron dan membuat keluhan terasa lebih berat. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada fisik, tetapi juga pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Massa otot penting untuk lebih dari sekadar penampilan

Seiring bertambahnya usia, kadar testosteron dan kemampuan metabolisme tubuh pria cenderung menurun. Karena itu, menjaga massa otot menjadi penting bukan hanya untuk tampilan tubuh, tetapi juga untuk kesehatan metabolik dan energi harian.

Massa otot membantu menopang kesehatan hormonal, metabolisme tubuh, dan kualitas hidup hingga usia lanjut. Kondisi ini juga berkaitan dengan upaya menekan risiko gangguan metabolik seperti diabetes.

Tanda yang perlu dicermati lebih awal

Sejumlah gejala layak diperhatikan bila muncul bersamaan dan terus-menerus. Daftarnya meliputi cepat lelah, sulit fokus, kualitas tidur yang menurun, massa otot yang berkurang, lemak tubuh yang meningkat, serta rambut rontok lebih banyak dari biasanya.

Evaluasi medis dapat membantu memastikan apakah keluhan itu terkait perubahan hormon testosteron atau faktor kesehatan lain. Perhatian sejak awal penting agar perubahan ini tidak terus dianggap normal hanya karena rutinitas terasa padat.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button