Arsenal Langsung Memimpin Lewat Havertz, PSG Gagal Menembus Pertahanan di Babak Pertama Final Liga Champions

Arsenal membuat final Liga Champions langsung bergerak ke arah yang tidak terduga saat Kai Havertz mencetak gol cepat pada menit ke-6. Paris Saint-Germain yang lebih sering memegang bola sepanjang babak pertama justru harus mengejar sejak awal dan tidak mampu mengubah dominasi mereka menjadi keunggulan.

Gol itu lahir dari serangan balik cepat yang dimanfaatkan Arsenal dengan sangat efisien. Havertz menuntaskan momen transisi tersebut dan membawa The Gunners memimpin 1-0 di Budapest, Sabtu, 30 Mei.

PSG mencoba mengambil alih permainan setelah tertinggal, tetapi Arsenal bertahan dengan rapat. William Saliba dan Gabriel menjaga area pertahanan dengan disiplin, sehingga banyak upaya lawan terhenti sebelum menjadi peluang bersih.

Kerapatan lini belakang Arsenal juga terlihat saat PSG mencoba membangun serangan dari sisi lapangan. Mosquera dan Hincapie bergerak disiplin untuk menutup ruang ketika aliran bola lawan diarahkan ke area sayap.

Meski lebih pasif dalam penguasaan bola, Arsenal justru berhasil membuat permainan sesuai kebutuhan mereka. David Raya tidak banyak mendapat ancaman berarti karena serangan PSG kerap terhenti sebelum mencapai fase yang benar-benar berbahaya.

Di sisi lain, PSG tetap berupaya menekan dan menguasai ritme laga. Namun, bola yang lebih sering berada di kaki para pemain mereka tidak menghasilkan ancaman serius hingga babak pertama berakhir.

Duel ini juga memperlihatkan bahwa kedua tim menurunkan susunan pemain terbaik sejak awal. PSG memainkan Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes; Neves, Vitinha, Fabian; Doue, Dembele, Kvaratskhelia, sedangkan Arsenal menurunkan Raya; Mosquera, Saliba, Gabriel, Hincapie; Rice, Lewis-Skelly; Saka, Odegaard, Trossard; Havertz.

Susunan tersebut membuat pertandingan terasa ketat sejak menit pertama, tetapi satu momen cepat sudah cukup mengubah babak pembuka. Arsenal menutup paruh awal dengan keunggulan tipis 1-0 dan memaksa PSG mengejar dari posisi tertinggal.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button