Pemerintah Amerika Serikat memperluas tekanan terhadap Kuba dengan menjatuhkan sanksi kepada Presiden Miguel Díaz-Canel, istrinya Lis Cuesta Peraza, dan tiga orang lainnya. Langkah yang diumumkan Departemen Keuangan AS itu menandai sasaran yang semakin dekat ke lingkar kekuasaan teratas di Havana.
Nama lain yang ikut terkena sanksi adalah Alejandro Castro Espín, putra tunggal mantan Presiden Kuba Raúl Castro dan Vilma Espín. Kehadirannya di dalam daftar tersebut membuat kebijakan terbaru Washington terasa lebih politis, karena ia juga dikenal sebagai penasihat Komisi Pertahanan dan Keamanan Nasional Kuba.
Sanksi ini muncul di saat Kuba masih bergulat dengan krisis ekonomi yang berat. Di dalam negeri, negara itu menghadapi pemadaman listrik berkepanjangan dan kelangkaan kebutuhan pokok yang makin menekan kehidupan masyarakat.
Tekanan dari Washington juga tidak berhenti pada daftar sanksi terbaru. Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif yang memperluas cakupan sanksi terhadap Kuba.
Dalam beberapa bulan terakhir, AS juga mempertahankan embargo perdagangan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Di saat yang sama, Washington memperketat pembatasan akses energi yang ikut memengaruhi pasokan bahan bakar ke Kuba.
Kondisi itu membuat langkah terbaru AS berpotensi menambah beban ekonomi dan politik bagi pemerintahan Díaz-Canel. Pemerintah Kuba sejauh ini belum menyampaikan tanggapan resmi atas sanksi tersebut.
Hubungan Havana dan Washington pun kembali memanas setelah keputusan ini diumumkan pada Kamis waktu setempat. Dengan sasaran yang kini meluas hingga ke orang-orang di sekitar pemimpin Kuba, sinyal yang dikirim Washington menunjukkan tekanan terhadap Havana masih terus berlanjut.
Source: www.beritasatu.com