Bandara Internasional Kuwait mendadak berhenti beroperasi setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam Terminal 1. Seluruh penerbangan domestik maupun internasional langsung dihentikan demi keselamatan penumpang dan pesawat sipil.
Langkah penutupan itu membuat salah satu simpul utama transportasi udara di Kuwait berubah menjadi zona darurat dalam waktu singkat. Kantor berita pemerintah, KUNA, melaporkan bahwa penerbangan dan lalu lintas udara di Kuwait ditangguhkan usai insiden tersebut.
Kerusakan paling berat terjadi di Terminal 1, yang menjadi pusat penerbangan internasional Kuwait. Serangan pada Rabu dini hari itu merusak sebagian bangunan terminal dan memicu kepanikan di area jalur udara.
CNN melaporkan bahwa serangan udara tersebut menimbulkan kerusakan fisik yang masif pada infrastruktur utama bandara. Ledakan juga disebut melukai sejumlah orang di area publik sekitar lokasi kejadian.
Kementerian Pertahanan mengonfirmasi adanya korban dalam peristiwa itu. Para korban kemudian segera dibawa ke pusat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Otoritas setempat mengambil keputusan menghentikan seluruh aktivitas penerbangan sesaat setelah serangan terjadi. Penangguhan itu dinilai sebagai langkah paling aman untuk mencegah risiko yang lebih besar bagi penerbangan sipil.
Di saat yang sama, lalu lintas udara juga dibekukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan serangan susulan di sekitar perimeter bandara. Tim ahli kemudian disiapkan untuk membersihkan puing dan melakukan evaluasi struktural di lokasi.
Situasi ini membuat operasional bandara praktis tak bisa berjalan normal. Seluruh jalur penerbangan yang melewati bandara ikut terdampak oleh penghentian sementara tersebut.
Kerusakan di Terminal 1 juga terasa lebih berat karena fasilitas itu baru beroperasi kembali dua hari setelah diperbaiki. Terminal utama untuk penerbangan luar negeri itu sebelumnya sempat rusak akibat serangan Iran pada akhir Februari.
Laporan media lokal menyebut Terminal 1 baru dibuka kembali pada hari Senin setelah proses perbaikan selesai. Namun, pemulihan itu belum sempat memberi ruang lega sebelum bangunan kembali dihantam ledakan.
Kondisi tersebut menambah tekanan pada manajemen penerbangan Kuwait yang baru menyelesaikan pemulihan fasilitas. Ketegangan di kawasan Teluk pun kembali menempatkan keamanan jalur udara sipil sebagai sorotan utama.
Penangguhan penerbangan internasional langsung mengganggu mobilitas penumpang. Di sisi lain, kerusakan pada fasilitas utama juga memperpanjang pekerjaan pemulihan yang harus dilakukan di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya operasional bandara ketika fasilitas inti menjadi sasaran langsung. Dalam kondisi seperti itu, keselamatan sipil dan pemulihan infrastruktur menjadi dua prioritas yang harus berjalan bersamaan.
Source: www.suara.com