Gelombang pembinaan sepak bola usia dini di Bandung kembali terlihat dari padatnya peserta Gebyar Liga Jabar Istimewa 2026 Piala Walikota Bandung. Sebanyak 1.736 pemain U-10 dan U-12 ikut ambil bagian dalam ajang yang digelar di Pindad Soccer Arena dan menjadi salah satu jalur penting menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Skala itu membuat turnamen ini tidak berhenti sebagai agenda daerah semata. Dari Bandung, kompetisi ini masuk ke jalur berjenjang yang menghubungkan klub-klub usia dini ke tingkat provinsi, lalu berpeluang membawa tim terbaik menembus pentas nasional.
Bandung jadi simpul penting pembinaan
Untuk zona Kota Bandung, PSSI Kota Bandung menjalankan kompetisi ini dengan dukungan klub anggota resmi PSSI Kota Bandung dan klub anggota tetap PSSI Jawa Barat yang berdomisili di Bandung. Kota Bandung menjadi kota ke-18 dari 17 kota dan kabupaten di Jawa Barat yang sudah menggelar Liga Jabar Istimewa.
Turnamen ini berlangsung selama empat hari, 14 sampai 17 Mei 2026. Panitia memakai tiga lapangan sekaligus, yaitu Pindad Soccer Arena, SOR Sepakbola Lodaya, dan Menger Soccer.
Pembukaan dihadiri Djadjang Nurjaman, H. Hendy Maulana, Dr Nuryadi, H. Yoko Anggasurya, dan Drs Laga Sudarmadi AIFO. Kehadiran para tokoh itu menegaskan bahwa ajang ini berada dalam jalur pembinaan yang disiapkan menuju jenjang lebih tinggi.
Ratusan tim turun di dua kelompok usia
Di Kota Bandung, Liga Jabar Istimewa mempertemukan 50 tim U-10 dan 73 tim U-12. Semua peserta berasal dari 36 klub anggota resmi dan klub anggota tetap yang berbasis di wilayah Bandung.
Ketua Pelaksana Drs Laga Sudarmadi AIFO menyebut turnamen ini memperebutkan Piala Walikota Bandung. Ia juga menegaskan total pemain yang terlibat mencapai 1.736 orang di tiga lapangan.
Kompetisi dibagi ke dalam grup yang cukup banyak. KU-10 terbagi menjadi 13 grup, sedangkan KU-12 terbagi menjadi 22 grup.
Jalur menuju tingkat provinsi dan nasional
Sistem kompetisi disusun berlapis agar hasil di Bandung terhubung dengan jenjang berikutnya. Tim-tim terbaik dari Liga Jabar Istimewa di Kota Bandung akan bersaing untuk tiket ke tingkat nasional dan bertemu tim terbaik nasional dalam Piala Presiden pada 7 sampai 12 Juli 2026.
Format pertandingan KU-10 dan KU-12 memang berbeda, tetapi keduanya sama-sama dimulai dari fase grup dengan sistem round robin. Juara dan runner-up grup kemudian melanjutkan ke fase gugur hingga babak 8 besar.
Pada KU-10, tiap grup diisi tiga atau empat tim. Sebanyak 26 tim dari posisi juara dan runner-up grup melaju ke babak kedua, lalu bertanding sistem gugur sampai 8 besar.
Di babak 8 besar, delapan tim dibagi menjadi dua grup dan kembali bermain round robin. Juara grup melaju ke final, sementara posisi juara 1 dan 2 langsung lolos ke tingkat Jabar atau putaran regional, termasuk peringkat 3 dan 4.
Pola di KU-12 berjalan serupa. Juara dan runner-up grup masuk fase knock out, lalu ke babak 8 besar dengan format dua grup berisi empat tim sebelum melangkah ke final dan putaran regional.
Harapan melahirkan pemain terbaik
Djadjang Nurjaman menilai antusiasme peserta, pelatih, pemain, dan orang tua sangat tinggi. Mantan pelatih Persib itu berharap turnamen ini bisa menjaring pemain yang benar-benar potensial dan memiliki kualitas tinggi.
Ia juga membuka peluang agar pemain-pemain terbaik nantinya disatukan dalam Diklat PSSI Kota Bandung. Dari sisi pemerintah kota, H. Hendy Maulana menilai ajang U-10 dan U-12 ini diharapkan melahirkan bibit pesepakbola yang kelak memperkuat klub profesional di Tanah Air.
Hendy juga berharap kegiatan ini mempercepat rencana PSSI Kota Bandung mendirikan Diklat atau akademi usia 10 dan 12 tahun. Menurutnya, harapan itu sejalan dengan cita-cita Bandung sebagai City of Champion.
Dr Nuryadi menilai kekuatan Kota Bandung terletak pada pembinaan berjenjang seperti yang dijalankan lewat Liga Jabar Istimewa. Ia menyebut pola seperti ini penting bukan hanya di sepak bola, tetapi juga di cabang olahraga lain.
KONI Kota Bandung, menurutnya, mendukung pembinaan berbasis kompetisi. Dengan model tersebut, Bandung diharapkan terus menghasilkan bibit atlet untuk masa depan.
Di daftar peserta, KU-10 diisi nama-nama seperti Bina Pakuan, Sinar Muda 73, Pindad Amphibious, Nova Arianto Soccer, SSJ Arcamanik, Setia Biru, dan Fatto FC. Pada KU-12, tim yang tercantum antara lain Elput, Bara Siliwangi, Turangga, MH Soccer Academy, UNI, Indonesia Muda, Bina Pakuan, Pindad Maung, hingga Putra Panjalu.
Source: g-sports.id