Banyuwangi Menyapa Wisatawan Di Pintu Kedatangan, Bagiak Dan Minuman Hangat Jadi Sambutan Utama

Libur panjang Idul Adha 1447 H dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memberi sambutan yang lebih hangat kepada para pelancong. Di dua pintu masuk utama, yakni stasiun kereta api dan Bandara Banyuwangi, wisatawan disuguhi minuman, makanan ringan, serta kudapan khas daerah begitu mereka tiba.

Langkah itu dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada wisatawan yang memilih Banyuwangi sebagai tujuan liburan. Sentuhan sederhana ini sekaligus menjadi cara daerah di ujung timur Pulau Jawa itu menegaskan keramahan sejak momen pertama kedatangan.

Sambutan khas di stasiun

Di Stasiun Banyuwangi Kota, suasana kedatangan dibuat lebih meriah dengan kehadiran penari gandrung dan Jebeng Thulik di pintu keluar. Sejumlah wisatawan juga mendapat sambutan langsung berupa pemasangan udeng, suvenir, minuman hangat, dan bagiak.

Bagiak menjadi salah satu elemen yang ditonjolkan dalam penyambutan itu. Kudapan khas Banyuwangi tersebut disajikan bersama minuman lokal agar tamu yang datang langsung merasakan identitas daerah sejak pertama tiba.

Bandara ikut menghadirkan kesan serupa

Pola sambutan yang sama juga terlihat di Bandara Banyuwangi. Wisatawan yang mendarat mendapat jamuan hangat berupa kudapan lokal sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang memilih Banyuwangi untuk berlibur.

Kehadiran makanan ringan dan minuman itu membuat proses kedatangan tidak sekadar menjadi urusan transit. Bagi Pemkab Banyuwangi, pengalaman awal seperti ini diharapkan bisa meninggalkan kesan yang lebih dekat dan ramah bagi para tamu.

Harapan agar wisatawan kembali datang

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, berharap pengalaman hangat itu membuat wisatawan betah. Ia juga ingin Banyuwangi kembali dipilih sebagai مقصد liburan oleh para pelancong pada kesempatan berikutnya.

Suratno menyebut keindahan alam menjadi salah satu alasan utama orang datang ke kabupaten yang dikenal sebagai Sunrise of Java itu. Menurutnya, daya tarik tersebut membuat Banyuwangi tetap menjadi destinasi favorit saat musim libur, termasuk pada libur panjang kali ini.

Daya tarik wisata masih kuat

Sejumlah tujuan wisata andalan di Banyuwangi terus menarik minat pelancong. Di antaranya Gunung Ijen, Air Terjun Jagir, De Djawatan, Pulau Merah, Pantai Mbedil, dan Bangsring Under Water.

Deretan destinasi itu memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata yang ramai dikunjungi saat libur panjang. Karena itu, penyambutan di stasiun dan bandara dipandang menjadi pelengkap dari pengalaman berlibur yang sudah lebih dulu dibentuk oleh alam dan destinasi wisatanya.

Kereta api masih jadi pilihan utama

Di tengah arus wisatawan yang datang, mobilitas penumpang pada hari Idul Adha juga terlihat ramai. Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kereta api tetap menjadi pilihan masyarakat karena dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu.

Cahyo menilai ramainya arus penumpang, baik saat keberangkatan maupun kedatangan, menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi andalan. Kondisi itu sekaligus mempertegas Banyuwangi sebagai salah satu tujuan wisata yang terus diminati pada masa libur panjang.

Sambutan di stasiun dan bandara kemudian menjadi lapisan tambahan yang memperkuat citra Banyuwangi. Daerah ini tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga menonjolkan budaya lokal, keramahan, dan sajian sederhana yang langsung ditemui wisatawan saat tiba.

Source: jatim.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button