Bobot Hanya 480 Gram, Gmktec NucBox M3 Pro Siap Menangani Tiga Layar 4K Sekaligus

Bagi pengguna yang membutuhkan mini PC ringkas namun tetap serius untuk pekerjaan meja, Gmktec NucBox M3 Pro membawa kombinasi yang cukup jarang. Bobotnya hanya sekitar 480 gram, tetapi perangkat ini tetap sanggup menyalurkan tampilan ke tiga layar 4K sekaligus.

Yang membuatnya menonjol bukan hanya ukuran, melainkan juga ruang ekspansi yang masih terbuka. Di balik bodi kecil itu, NucBox M3 Pro disiapkan untuk kebutuhan desktop kompak, setup multi-monitor, hingga skenario jaringan rumahan yang membutuhkan konektivitas lebih lengkap.

Performa kelas laptop untuk kerja harian

Gmktec membekali mini PC ini dengan Intel Core i5-13500H. Prosesor mobile generasi ke-13 tersebut membawa 12 inti dan 16 thread, susunan yang biasa ditemukan pada laptop kelas menengah.

Untuk grafis, perangkat ini memakai Intel Iris Xe terintegrasi. Kombinasi ini ditujukan untuk pemutaran video, pekerjaan dokumen, dan penggunaan beberapa monitor beresolusi tinggi tanpa hambatan berarti.

Dukungan tiga layar 4K menjadi salah satu daya tarik utamanya. Monitor dapat disambungkan lewat dua port HDMI 2.0 di bagian belakang dan satu port USB-C di panel depan.

Ekspansi masih terbuka di bodi yang ringkas

Meski ukurannya kecil, NucBox M3 Pro tidak dikunci seperti mini PC murah pada umumnya. Casing-nya bisa dibuka untuk menambah memori dan penyimpanan sesuai kebutuhan pengguna.

Untuk memori, Gmktec menyediakan dua slot SO-DIMM dengan dukungan hingga 64GB RAM. Perangkat ini menggunakan DDR4-3200, bukan DDR5, sehingga biaya perangkat bisa ditekan lebih rendah.

Pendekatan itu menunjukkan fokus produk pada efisiensi biaya. Untuk tugas kantor dan penggunaan harian yang menjadi target utamanya, DDR4-3200 masih tergolong memadai.

Di sisi penyimpanan, tersedia dua slot M.2. Slot utama 2280 mendukung SSD PCIe 4.0 NVMe hingga 8TB, sedangkan slot kedua 2242 mendukung drive SATA atau PCIe 3.0.

Port dan jaringan dibuat lebih serius

Susunan port pada NucBox M3 Pro terasa lengkap untuk kelasnya. Di depan ada USB-C, dua USB-A 3.2 Gen 2, dan jack audio 3,5 mm, sementara di belakang tersedia dua USB-A 3.2 Gen 1 untuk aksesori seperti keyboard dan mouse.

Dengan susunan seperti itu, perangkat ini bisa langsung dipakai sebagai desktop tanpa banyak adaptor tambahan. Gmktec juga menyertakan dukungan VESA mount agar mini PC dapat dipasang di belakang monitor dan meja tetap rapi.

Konektivitas nirkabelnya sudah mendukung Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.2. Untuk sambungan kabel, perangkat ini justru tampil lebih menonjol karena membawa dua port Ethernet 2.5G.

Cocok untuk meja kerja, home server, dan perangkat kompak

Dua port jaringan itu membuat NucBox M3 Pro tidak hanya relevan untuk kerja harian. Perangkat ini juga masuk akal untuk kebutuhan seperti home server atau router kustom yang membutuhkan koneksi kabel lebih serius.

Sistem pendinginnya memakai kipas tunggal dengan pipa tembaga. Ventilasi ditempatkan di dua sisi agar aliran udara tetap lancar, sejalan dengan posisinya sebagai desktop kompak untuk tugas umum.

Di pasar, versi barebones dijual seharga $329.99. Bagi yang ingin paket siap pakai, tersedia varian Windows 11 Pro dengan RAM 16GB dan penyimpanan 512GB seharga $479.99, serta versi RAM 32GB dan penyimpanan 1TB seharga $679.99.

Dengan bobot sekitar 480 gram, dukungan tiga output 4K, dua port Ethernet 2.5G, dan prosesor laptop kelas menengah, NucBox M3 Pro berada di posisi yang unik di antara mini PC modern. Perangkat ini paling cocok untuk pengguna rumahan, kantor kecil, dan setup kerja yang butuh hemat tempat tanpa menutup peluang ekspansi di kemudian hari.

Source: www.gizmochina.com

Baca Juga

Back to top button