Persib Bandung mendapat perhatian besar di tengah masa sulit yang sedang dihadapi Bojan Hodak. Saat tim memasuki fase penentuan di penghujung musim, pelatih asal Kroasia itu tetap hadir mendampingi skuad meski baru saja kehilangan ibunda tercinta, Jelica Hodak.
Sikap Bojan menjadi sorotan karena ia tidak meninggalkan tanggung jawabnya di momen yang sangat berat secara pribadi. Kehadirannya bersama tim menunjukkan bahwa Persib tetap mendapat sentuhan langsung dari pelatih kepala ketika klub membutuhkan kestabilan menjelang dua laga penting.
Di sisi lain, klub juga memperlihatkan dukungan penuh kepada Bojan. Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ibu Bojan dan menegaskan bahwa seluruh keluarga besar Persib ikut merasakan duka yang mendalam.
Adhitia menyebut kehilangan seorang ibu merupakan cobaan yang sangat berat bagi siapa pun. Ia berharap Bojan dan keluarganya diberi kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan untuk menghadapi situasi tersebut.
“Seluruh keluarga besar Persib turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibunda tercinta dari pelatih Bojan Hodak,” ujar Adhitia di Bandung, Kamis (14/5).
Di tengah suasana berkabung itu, Persib tetap bergerak menuju jadwal yang padat. Klub tengah menjalani persiapan intensif untuk dua pertandingan krusial yang akan menentukan akhir perjalanan mereka di musim ini.
Bojan tetap terlibat dalam sesi latihan dan agenda tim meski sedang berduka. Kehadirannya memberi ketenangan bagi skuad yang membutuhkan arahan langsung untuk menjaga ritme dan fokus di momen penting seperti ini.
Bagi Persib, situasi tersebut tidak hanya soal persiapan teknis, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan emosional. Dukungan kepada Bojan menjadi bagian dari upaya klub agar sang pelatih bisa melewati masa sulit tanpa kehilangan pegangan di tengah tuntutan kompetisi.
Maung Bandung dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada 17 Mei. Setelah itu, Persib akan melawan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026.
Dua laga tersebut menjadi penutup yang sangat penting bagi Persib di penghujung musim Super League 2025/2026. Dengan jadwal yang rapat dan beban pertandingan yang besar, peran Bojan di pinggir lapangan tetap dipandang vital untuk menjaga stabilitas tim.
Di saat keluarga besar Persib menyampaikan simpati, perhatian juga tertuju pada kondisi personal sang pelatih. Kehilangan Jelica Hodak tidak hanya menjadi duka bagi Bojan, tetapi juga dirasakan sebagai kehilangan besar oleh klub yang sedang menatap fase paling menentukan musim ini.
Adhitia kembali menekankan bahwa Persib ingin memberi ruang bagi Bojan untuk melewati masa berduka ini bersama keluarga. Di saat yang sama, klub berharap sang pelatih tetap mendapat kekuatan untuk menjalankan tugasnya di tengah situasi yang berat.
Source: mediaindonesia.com




