Bagi banyak orang, waktu mandi bukan sekadar urusan kebiasaan, tetapi juga soal bagaimana tubuh ingin bekerja setelahnya. Ada yang membutuhkan dorongan segar untuk segera aktif, sementara yang lain justru mencari efek tenang sebelum beristirahat.
Pilihan mandi pagi atau malam ternyata tidak punya aturan mutlak. Keputusan yang paling tepat lebih banyak ditentukan oleh kebutuhan tubuh, jadwal harian, dan kondisi kulit masing-masing orang.
Saat tubuh perlu segera siap beraktivitas
Mandi pagi sering dipilih karena membantu tubuh terasa lebih segar saat memulai hari. Rutinitas ini juga dapat membantu membersihkan keringat dan minyak yang menumpuk selama tidur semalaman.
Dokter kulit Dr. Whitney Tolpinrud, MD, FAAD, menjelaskan kepada Good Housekeeping bahwa mandi pagi bisa membantu tubuh lebih cepat lepas dari rasa kantuk setelah bangun tidur. Saat mandi, suhu tubuh meningkat dan memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh sudah siap bergerak.
Karena itu, mandi pagi kerap menjadi pilihan bagi orang yang sulit bangun tidur. Opsi ini juga cocok untuk mereka yang harus langsung menjalani aktivitas lebih awal, baik untuk bekerja maupun belajar.
Saat tubuh butuh lebih tenang sebelum tidur
Di sisi lain, mandi malam lebih sering dipilih setelah seharian beraktivitas. Air hangat dapat membantu tubuh terasa lebih rileks sebelum tidur.
Kebiasaan ini juga memberi manfaat bagi orang dengan kulit sensitif atau yang rentan mengalami eksim. Mandi malam membantu membersihkan debu, keringat, dan iritan yang menempel di tubuh sebelum beristirahat.
Spesialis pengobatan tidur Dr. Sarah Silverman, MS, PsyD, menjelaskan bahwa mandi sebelum tidur membantu meningkatkan termoregulasi tubuh. Perubahan suhu itu mengirim sinyal kepada otak bahwa sudah waktunya beristirahat, sehingga kualitas tidur bisa menjadi lebih baik.
Yang lebih penting dari sekadar memilih pagi atau malam
Meski waktu mandi sering jadi perdebatan, cara mandi ternyata sama pentingnya. Durasi dan suhu air ikut memengaruhi kondisi kulit, sehingga tidak bisa diabaikan.
Mandi disarankan berlangsung selama 5 hingga 10 menit dengan air hangat. Mandi terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu panas dapat membuat kulit kering, terasa kencang, dan lebih rentan mengalami iritasi.
Itu sebabnya, pilihan mandi pagi atau malam sebaiknya disesuaikan dengan tujuan utama tubuh pada saat itu. Jika yang dibutuhkan adalah rasa segar untuk memulai hari, mandi pagi lebih mendukung, sedangkan mandi malam lebih membantu tubuh masuk ke suasana rileks dan siap tidur.
Pada akhirnya, yang paling tepat bukan semata-mata soal jam mandi, melainkan apakah kebiasaan itu sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tetap menjaga kesehatan kulit. Dengan durasi yang wajar dan suhu air yang pas, mandi bisa memberi manfaat tanpa menimbulkan masalah baru pada kulit.
Source: www.beautynesia.id