Upaya membersihkan area parkir dari bulu pohon poplar berubah menjadi kebakaran besar di Dalian, China. Dalam hitungan menit, api merambat ke deretan mobil listrik baru yang sedang menunggu pengiriman dan membuat puluhan kendaraan hangus.
Peristiwa itu terjadi di Gangjingzi District pada 30 Mei. Asap tebal membumbung dari lokasi parkir dan memicu kepanikan warga sekitar saat api bergerak cepat ke mobil-mobil yang terparkir tidak jauh dari titik awal.
Pihak berwenang menyebut kebakaran bermula dari tindakan seorang pria bermarga Wang. Ia diduga menyalakan korek api untuk membakar tumpukan bulu pohon poplar dengan maksud membersihkan area tersebut.
Niat itu justru berbalik menjadi bencana ketika angin kencang bertiup di sekitar parkiran. Serat bulu pohon yang kering membuat api cepat membesar dan merambat ke kendaraan di sekitarnya sebelum petugas tiba.
Dalam video yang beredar, kobaran api tampak melahap mobil-mobil itu dengan sangat cepat. Petugas pemadam kebakaran dan polisi kemudian datang untuk memadamkan api agar tidak menjalar lebih jauh ke area parkir.
Car News China melaporkan bahwa kendaraan yang terdampak merupakan mobil energi baru yang masih menunggu pengiriman. Meski identitas resmi unit-unit tersebut tidak diumumkan secara rinci, foto-foto yang tersebar menunjukkan ciri-ciri yang kuat mengarah ke Geely Galaxy A7.
Beberapa mobil terlihat mengalami kerusakan berat setelah dilalap api. Bentuk bodi, lampu, dan detail eksterior yang tampak pada gambar membuat model itu diduga sebagai kendaraan yang terkena dampak dalam insiden tersebut.
Beruntung, tidak ada laporan korban luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian material tetap besar karena 20 mobil baru hangus di lokasi parkir.
Kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut untuk mendalami tanggung jawab hukum Wang atas kebakaran itu. Petugas gabungan juga bergerak cepat mencegah api menyebar ke titik lain di area parkir.
Bulu pohon poplar memang kerap menjadi persoalan musiman di wilayah utara China pada akhir musim semi dan awal musim panas. Serat halusnya sering menumpuk di jalan raya, tempat parkir, dan area terbuka lain.
Otoritas setempat secara rutin melarang penggunaan api untuk membersihkan bulu poplar. Warga diminta memakai cara lain seperti penyiraman dan penyapuan, karena percikan kecil sekalipun dapat berubah menjadi api besar saat kondisi kering dan berangin.