Dalam waktu hanya tiga tahun, Jaecoo dan Omoda berhasil mencatat penjualan kumulatif 1 juta unit di pasar otomotif global. Angka itu menjadi sorotan karena kedua merek ini masih tergolong muda dan jumlah model yang mereka pasarkan juga belum terlalu banyak.
Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa langkah Chery melalui dua sub-brand ini mulai mendapat tempat kuat di pasar. Di tengah persaingan SUV dan kendaraan elektrifikasi yang ketat, keduanya mampu membangun volume penjualan besar dalam waktu singkat.
Arah produk yang jelas sejak awal
Jaecoo dan Omoda sama-sama bertumpu pada segmen SUV dan kendaraan ramah lingkungan. Fokus itu membuat posisi keduanya cukup tegas di tengah pasar yang makin menyukai model efisien dan modern.
Jaecoo berdiri sebagai merek independen, sedangkan Omoda disebut sebagai sub-model dari Chery. Perbedaan posisi itu juga terlihat dari jejak produk Omoda yang sempat hadir sebagai Omoda 5 dan E5, lalu berubah menjadi C5 dan E5.
Meski pendekatan penamaan dan pemasaran mereka berbeda, hasil penjualannya tetap sama-sama kuat. Catatan 1 juta unit dalam tiga tahun menunjukkan bahwa pasar menerima kehadiran keduanya, walau portofolio produknya masih terbatas.
Indonesia ikut memberi dorongan
Di Indonesia, Omoda baru menjual dua model, sementara Jaecoo sudah membawa tiga model. Seluruh model Jaecoo yang dipasarkan di Tanah Air juga masuk kategori mobil ramah lingkungan, sehingga arah produknya terlihat konsisten sejak awal.
Model yang paling menonjol sejauh ini adalah J5 EV. Sepanjang Januari hingga Maret, SUV listrik itu disebut terjual lebih dari 5 ribu unit dan mencetak rekor baru bagi merek asal China tersebut di Indonesia.
Angka itu terbilang mencolok karena sebelumnya penjualan Jaecoo kerap berada di kisaran ratusan unit per bulan. Kondisi yang sama belum sepenuhnya terjadi pada model lain seperti J7 SHS, yang belum sekuat J5 EV dalam menarik minat pasar.
Kinerja global turut menguatkan posisi merek
Bukan hanya di Indonesia, J5 EV juga menunjukkan performa kuat di pasar global. Model tersebut disebut mampu menjual sekitar 20 ribu unit setiap bulan, angka yang menegaskan daya saingnya di segmen mobil elektrifikasi.
Secara keseluruhan, Jaecoo dan Omoda juga mencatat penjualan sampai 60 ribu unit pada bulan lalu. Data ini menunjukkan bahwa peningkatan volume tidak hanya datang dari satu wilayah, melainkan terbentuk di sejumlah pasar sekaligus.
Bagi Chery, capaian ini penting karena memperkuat posisi grup melalui merek-merek yang ada di bawah payungnya. Dengan portofolio yang masih berkembang, Jaecoo dan Omoda kini menjadi bagian dari strategi ekspansi yang mulai terlihat semakin matang.
Ruang pertumbuhan masih terbuka
Walau penjualannya sudah besar, jajaran produk Jaecoo dan Omoda di Indonesia masih belum luas. Saat ini keduanya baru menghadirkan dua sampai tiga model, sehingga peluang tumbuh masih terbuka jika model baru masuk ke pasar.
Kondisi tersebut membuat langkah berikutnya layak dipantau. Jika Chery membawa lebih banyak model yang sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal, Jaecoo dan Omoda berpeluang memperluas pengaruhnya di pasar otomotif Indonesia sambil menjaga momentum pertumbuhan globalnya.