Dari Obrolan Garing Sampai Nama Berisiko, Inilah Revisi Aneh yang Mengubah Game

Revisi game tidak selalu lahir dari masalah besar seperti bug berat atau sistem yang rusak. Dalam sejumlah kasus, perubahan justru muncul karena hal-hal yang terdengar remeh, mulai dari dialog yang terasa garing sampai nama yang dianggap rawan dipermainkan.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa detail kecil di dalam game bisa punya dampak besar pada hasil akhirnya. Dari animasi kemenangan, bentuk tubuh karakter, hingga pilihan nama, enam contoh berikut memperlihatkan betapa anehnya alasan sebuah game harus disesuaikan.

Nama yang harus diselamatkan dari olok-olok

Salah satu revisi paling terkenal datang dari Pac-Man. Di Jepang, karakter itu awalnya bernama Puckman, terinspirasi dari frasa “paku paku taberu” yang menggambarkan suara dan aksi makan dengan lahap.

Saat hendak dibawa ke Amerika Utara, Namco khawatir huruf “P” di mesin arcade bisa diubah menjadi “F” oleh orang iseng. Untuk mencegah coretan yang memberi kesan buruk, nama itu diganti menjadi Pac-Man.

Judul yang nyaris memicu masalah baru

Dark Souls juga sempat berada di jalur nama yang berpotensi menimbulkan persoalan lain. Salah satu kandidatnya adalah “Dark Race”, sementara opsi “Dark Ring” juga ikut dipertimbangkan.

Tim pengembang dari Inggris kemudian mengingatkan bahwa kata “ring” punya makna slang yang vulgar di negara tersebut. Dari pertimbangan itulah FromSoftware akhirnya memilih nama Dark Souls.

Animasi kemenangan yang tak cocok dengan citra

Revisi juga pernah menyentuh Super Mario Kart karena urusan tampilan kemenangan. Dalam versi Jepang, karakter pemenang tampil dengan animasi unik sambil memegang botol sampanye, dan Bowser serta Peach bahkan terlihat menengaknya.

Nintendo of America mengubah bagian itu ketika game rilis di Amerika. Bowser hanya dibuat bersorak, sedangkan Peach tampak memainkan botol seperti bola agar tetap cocok dengan citra ramah keluarga.

Dialog yang keburu jadi sorotan

Forspoken mendapat kritik keras bukan hanya karena dunia yang dinilai hambar, gameplay repetitif, dan combat yang kurang intuitif. Percakapan antara Frey dan Cuff ikut jadi sasaran karena dianggap penuh celetukan garing dan obrolan yang membosankan.

Game itu sebenarnya sudah punya opsi untuk mengurangi frekuensi dialog. Namun, respons pemain tetap negatif, dan beberapa bulan setelah rilis, Luminous Productions merilis patch yang juga memangkas konten percakapan secara signifikan.

Desain dungeon yang ikut menggeser arah game

Phantasy Star II punya cerita revisi yang datang dari arah yang tidak biasa. Desain dungeon-nya dipengaruhi oleh seorang karyawan baru yang mendapat tugas membuat area tersebut.

Hasilnya justru dianggap terlalu rumit, sampai fokus game bergeser dari konsep awal ke kompleksitas dungeon. Chieko Aoki selaku sutradara memilih mempertahankan hasil itu demi menghargai usaha sang karyawan, meski tim pengembang sempat ragu terhadap hasil akhirnya.

Detail tubuh karakter yang sempat dipermasalahkan

Dead by Daylight juga pernah ramai dibicarakan karena desain Pyramid Head yang sangat spesifik. Saat pertama kali diumumkan, versi awal karakter itu menampilkan bokong yang cukup mencolok dan langsung memicu candaan.

Ketika dirilis, bagian tersebut justru diperkecil dan memancing reaksi pemain. Behaviour Interactive kemudian mengembalikan bentuk bokong Pyramid Head lewat update 5.1.1.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button