Pasar mobil listrik bekas pada Juni 2026 memberi lebih banyak pilihan bagi pembeli yang ingin masuk ke kendaraan listrik dengan modal lebih ringan. Di bursa mobil bekas daring, rentangnya sudah bergerak dari Rp 130 jutaan hingga Rp 570 jutaan.
Perubahan ini membuat mobil listrik bekas tidak lagi identik dengan model mahal. Pilihan kini tersebar dari city car kompak sampai SUV listrik, sehingga konsumen bisa menyesuaikan kebutuhan dan anggaran.
Air EV jadi titik masuk termurah
Di kelompok harga paling bawah, Wuling Air EV muncul sebagai salah satu opsi yang paling mudah dijangkau. Wuling Air EV Standard Range Listrik 2024 tercatat berada di kisaran Rp 139 jutaan, sedangkan Wuling Air EV Pro Long Range Listrik 2025 ada di sekitar Rp 169 jutaan.
Posisi itu menempatkan Air EV sebagai pintu masuk utama bagi pembeli yang mencari mobil listrik ringkas untuk penggunaan dalam kota. Banderolnya juga membuat segmen ini jadi perhatian besar pada Juni 2026.
Pilihan terjangkau makin beragam
Selain Air EV, pasar juga menampilkan beberapa model lain di kelas harga bawah. Wuling Binguo EV Pro Long Range 2024 terpantau di kisaran Rp 195 jutaan, BYD Atto 1 Premium Listrik 2025 di sekitar Rp 225 jutaan, dan MG 4 Magnify I-Smart Listrik 2024 di kisaran Rp 230 jutaan.
Kehadiran model-model ini menunjukkan bahwa opsi murah tidak hanya datang dari satu merek. Pembeli kini punya lebih banyak pembanding saat mencari mobil listrik bekas dengan harga yang masih relatif ramah.
Kelas menengah mulai padat
Di rentang berikutnya, persaingan terlihat semakin rapat. Hyundai Kona Signature Long Range Listrik 2024 berada di kisaran Rp 330 jutaan, BYD Atto 3 Superior 2024 ditawarkan sekitar Rp 349 jutaan, dan BYD M6 Superior 6S Listrik 2025 terpantau di level Rp 355 jutaan.
Daftar itu memperlihatkan bahwa pasar mobil listrik bekas sudah punya lapisan harga yang lebih jelas. Konsumen bisa melihat banyak model dengan banderol yang saling berdekatan.
Opsi lebih mahal tetap tersedia
Untuk kelas yang lebih tinggi, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range Listrik 2022 tercatat berada di kisaran Rp 410 jutaan. Sementara itu, posisi paling mahal dalam pantauan tersebut diisi BYD Sealion 7 Premium Listrik 2025 dengan harga sekitar Rp 575 jutaan.
Rentang atas ini menunjukkan bahwa mobil listrik bekas premium juga mulai membentuk pasar sendiri. Artinya, segmen bekas tidak hanya menarik untuk pembeli yang mencari harga masuk rendah, tetapi juga bagi konsumen yang mengincar model kelas atas dengan harga lebih rendah dibanding unit baru.
Harga tetap bergantung pada kondisi unit
Seluruh kisaran harga itu berasal dari pantauan sejumlah bursa mobil bekas daring per Juni 2026. Angka di lapangan tetap bisa berubah tergantung penjual dan kondisi kendaraan.
Usia kendaraan, kesehatan baterai, jarak tempuh, dan riwayat perawatan menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai jual. Karena itu, dua unit dengan model yang sama masih bisa punya harga berbeda cukup jauh.
Bagi pembeli, perkembangan ini membuat pasar mobil listrik bekas terasa lebih terbuka. Dari Air EV di level Rp 130 jutaan hingga model premium di atas Rp 500 jutaan, pilihan yang tersedia pada Juni 2026 jauh lebih lebar dibanding sebelumnya.
Source: otomotif.kompas.com