Dari Sampah Rumah Tangga ke Cuan Warga, TPS3R Guwosari Tunjukkan Cara Baru Kelola Limbah

Di TPS3R Guwosari, sampah rumah tangga tidak lagi berhenti sebagai persoalan harian. Dari titik pengelolaan itu, material bekas justru diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi bagi warga sekitar.

Model pengelolaan berbasis masyarakat itu menjadi sorotan saat PT Pertamina (Persero) membuka rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada momentum tersebut, Pertamina juga menanam 1.000 bibit pohon sebagai bagian dari aksi iklim yang diusung dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Pemilihan TPS3R Guwosari bukan tanpa alasan. Lokasi binaan Fuel Terminal Rewulu di bawah wilayah operasi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah itu dinilai menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi dalam mencari solusi atas persoalan sampah.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyebut momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pengingat agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada seremoni. Ia menegaskan Pertamina terus mendorong langkah nyata yang memberi dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

Di Guwosari, pengelolaan sampah terpadu telah membantu menangani sampah dari sekitar 1.500 kepala keluarga. Lurah Guwosari, Masduki, menjelaskan program itu juga membuka ruang kerja bagi lebih dari 27 warga, termasuk lansia, yang terlibat dalam pengambilan sampah, pemilahan, pengepresan, pembuatan kompos, hingga pemeliharaan ayam.

Masduki menambahkan, warga didorong memilah sampah dari rumah agar biaya pengolahan bisa semakin kecil. Jika pemilahan dilakukan dengan baik, biaya itu bahkan bisa tidak dipungut, sehingga tanggung jawab pengelolaan sampah ikut dibagi bersama warga.

Dari sampah jadi produk bernilai

TPS3R Guwosari menjalankan sejumlah inovasi pengolahan sampah yang terintegrasi. Sampah organik diolah menjadi biochar, lalu dimanfaatkan sebagai material filter knalpot mobil tangki, sementara sampah plastik diproses menjadi palet dan furnitur.

Selain itu, limbah segel mobil tangki juga diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna. Pertamina menilai rangkaian pengolahan seperti ini penting karena mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Di lokasi yang sama, Pertamina menyerahkan bantuan Program Go-Sari Edupark senilai Rp150 juta. Dana itu digunakan untuk mendukung pengembangan aplikasi pengumpulan sampah Go-Sari, inovasi biochar, budidaya ayam petelur, serta program Rewulu Reborn yang mengolah limbah segel mobil tangki menjadi produk bernilai ekonomi.

Dampak ekonominya juga terlihat di tingkat pekerja pendukung. Masduki menyebut mereka dapat memperoleh gaji sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menghadirkan sumber penghasilan baru.

Aksi pohon dan perluasan gerak program

Penanaman 1.000 bibit pohon yang digelar di Guwosari menjadi pembuka dari aksi lingkungan Pertamina dalam momentum tersebut. Kegiatan itu berlangsung serentak di berbagai wilayah operasi Pertamina Group, termasuk area sekitar operasi Kilang Plaju, Elnusa, dan sejumlah unit operasi lainnya.

Arya menegaskan, langkah perusahaan tidak berhenti pada penanaman pohon atau pemberdayaan warga di satu lokasi. Ia menyebut Pertamina terus memperkuat inovasi lingkungan dalam operasional perusahaan untuk mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Rangkaian kegiatan itu juga berlanjut ke arah lain. Pada 10 Juni 2026, Pertamina menjadwalkan pengelolaan sampah pesisir dengan memanfaatkan inovasi kapal pembersih sampah atau trash skimmer yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS.

Secara nasional, hingga 2026, Pertamina Group telah menjalankan 151 program lingkungan berbasis pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Program-program itu disebut berhasil mengolah sekitar 951.023 ton sampah per tahun, memberi manfaat kepada 68.788 penerima manfaat, dan menghadirkan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version