Di Bawah Rp400 Juta, Jetour T1 Punya Dua Wajah Untuk Urban SUV Indonesia

Jetour T1 datang dengan strategi yang langsung menekan pasar urban SUV. Model ini ditawarkan sebagai Urban Adventure SUV dengan dua pilihan penggerak, yaitu bensin dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV melalui sistem i-DM.

Yang membuat langkah ini terasa agresif ada pada kombinasi harga dan positioning produk. Jetour membuka T1 Gasoline di Rp408.000.000, tetapi memberi harga peluncuran Rp388.000.000 untuk 1.000 pembeli pertama, sedangkan T1 i-DM dipasarkan di Rp558.000.000 dengan harga khusus Rp538.000.000 untuk 1.000 konsumen awal selama stok tersedia.

Dua karakter mesin untuk kebutuhan berbeda

Di balik strategi harga itu, Jetour menyiapkan karakter mesin yang berbeda untuk dua tipe pengguna. T1 i-DM memakai mesin ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima berkapasitas 1.500 cc turbo yang menghasilkan 136 PS dan torsi 220 Nm, lalu dibantu motor listrik hingga total tenaga 204 PS dengan torsi instan 310 Nm.

Jetour menyebut efisiensi termal mesin dan sistem penggeraknya mencapai 44,5 persen. Tenaga di varian ini disalurkan lewat Dedicated Hybrid Transmission atau DHT yang mengatur kerja listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya sesuai kebutuhan.

Sementara itu, T1 Gasoline mengandalkan mesin bensin 1.500 cc turbo dengan tenaga 170 PS dan torsi 270 Nm. Tenaga tersebut diteruskan melalui transmisi otomatis dual-clutch 7-percepatan atau 7DCT.

Dirancang untuk mobilitas perkotaan

Varian i-DM juga dipasangkan baterai Lithium Ferro Phosphate atau LFP. Paket baterai ini sudah memiliki sertifikasi ketahanan air IP68, sehingga menawarkan perlindungan tinggi terhadap debu dan genangan air.

Kemudahan pengisian daya menjadi bagian penting dari paket tersebut. Dengan DC Fast Charging, baterai bisa diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam 27 menit, sedangkan pengisian AC Slow Charging dari 30 persen ke 100 persen memerlukan sekitar 180 menit.

Jetour juga menambahkan regenerative braking untuk membantu pemulihan energi saat mobil melambat. Kombinasi itu membuat T1 i-DM disiapkan untuk penggunaan harian di kota besar, terutama bagi konsumen yang membutuhkan efisiensi dan fleksibilitas.

Jejak global jadi modal awal

Sebelum masuk ke Indonesia, Jetour T1 sudah mencatat penjualan kumulatif 169.831 unit hanya dalam 19 bulan sejak debut globalnya. Capaian itu menjadi salah satu modal penting saat model ini dibawa ke pasar domestik.

T1 juga membawa bekal pengakuan desain dari luar negeri. Model ini meraih Red Dot Design Award 2024 dan menyandang gelar 2026 Recommended SUV of the Year di Chile.

Dengan basis tersebut, Jetour menempatkan T1 sebagai senjata utama untuk memperluas pijakan di pasar SUV Indonesia. Pilihan bensin dan PHEV, spesifikasi mesin yang berbeda, serta harga promosi di bawah Rp400 juta untuk varian Gasoline membuat model ini masuk ke persaingan urban SUV dengan langkah yang berani.

Source: carvaganza.com

Baca Juga

Back to top button