Di Tengah Menu Monoton Menuju Mars, Minuman Kaleng Ini Menawarkan Rasa dan Gizi Baru

Perjalanan menuju Mars menuntut lebih dari sekadar teknologi peluncuran dan perlindungan dari radiasi. Di tengah misi yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga tahun, tantangan lain muncul dari meja makan astronot: menu yang terlalu terbatas bisa membuat selera turun drastis.

Karena itu, sebuah minuman kaleng futuristik mulai dilihat sebagai solusi yang menarik. Studi baru di jurnal ACS Food Science and Technology memperkenalkan minuman fortifikasi berbasis nanoemulsi yang dirancang agar bisa memberi pilihan rasa lebih beragam bagi awak antariksa.

Masalah selera makan di ruang angkasa bukan perkara sepele. Jika makanan terasa monoton terlalu lama, astronot dapat kehilangan minat makan, bahkan sampai mengalami kondisi yang disebut peneliti sebagai space anorexia.

Kondisi itu berbahaya karena kebutuhan gizi di luar angkasa sangat sensitif. Mikrogravitasi dapat memicu hilangnya massa otot, sementara kekurangan nutrisi bisa memperburuk beban fisik yang sudah berat selama perjalanan panjang.

Minuman dengan rasa yang bisa diatur

Pendekatan yang dipakai pada minuman ini berangkat dari konsep minuman fortifikasi yang sudah dikenal di Bumi. Bedanya, formulanya dibuat untuk misi antariksa dan dapat diatur rasa serta tingkat kemanisannya sesuai kebutuhan.

Tim peneliti menguji berbagai kombinasi gula, lemak, asam, dan perisa sebelum memilih enam resep yang dinilai paling menjanjikan. Enam formula itu terbagi dalam dua tingkat kemanisan, yaitu medium dan tinggi.

Ada pula tiga profil rasa yang menyerupai rose, orange blossom, dan floral citrus. Setiap sajian berukuran 11 fluid ounces, kira-kira setara ukuran minuman soda standar.

Diperkaya omega-3 untuk misi panjang

Selain memberi variasi rasa, minuman ini juga diperkaya omega-3 fatty acids. Nutrisi tersebut disebut sebagian besar tidak hadir dalam pola makan harian astronot saat ini.

Dalam satu porsi, minuman ini dapat memasok hingga sepertiga dari asupan harian omega-3 yang direkomendasikan untuk astronot. Pemilihan omega-3 juga tidak dilakukan tanpa alasan, karena penelitian sebelumnya menunjukkan potensi manfaatnya dalam membantu perlindungan terhadap radiasi antariksa.

Omega-3 juga disebut dapat meningkatkan laju pembentukan tulang. Hal ini relevan untuk lingkungan dengan tekanan fisik ekstrem, terutama ketika tubuh berada dalam mikrogravitasi dalam waktu lama.

Bisa dibuat di Bumi maupun di luar angkasa

Salah satu keunggulan konsep ini terletak pada fleksibilitas produksinya. Emulsi tersebut bisa dibuat di Bumi maupun dalam kondisi zero gravity, sehingga pilihan minuman dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi dan selera astronot.

Fleksibilitas seperti ini penting karena misi ke Mars menuntut logistik yang tahan lama. Jika rasa dan tingkat manis bisa disesuaikan, astronot berpeluang lebih besar untuk tetap makan dan minum dengan baik selama perjalanan.

Meski begitu, versi yang ada sekarang belum sepenuhnya siap dipakai dalam misi antariksa. Para peneliti masih ingin memperbaiki rasa dan menilai bagaimana perjalanan luar angkasa yang panjang memengaruhi daya simpan minuman ini.

Sensasi yang dilaporkan saat ini masih mirip soda datar dengan rasa agak manis dan sedikit amis. Namun untuk perjalanan bertahun-tahun menuju Mars, pilihan seperti ini tetap dinilai lebih baik daripada menu yang terus berulang tanpa banyak variasi.

Arah pengembangannya pun masih terbuka. Studi ini memang berfokus pada omega-3, tetapi konsep dasarnya memungkinkan nutrisi lain ditambahkan pada versi berikutnya sesuai kebutuhan astronot di masa depan.

Exit mobile version