Diincar Imbalan Rp 80 Miliar, Pemimpin CJNG Itu Ditangkap Saat Bersembunyi Di Parit

Penangkapan Audias Flores, sosok yang dikenal sebagai “El Jardinero”, menjadi salah satu operasi paling menonjol yang dilakukan pasukan khusus Meksiko terhadap Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG. Pria yang disebut masuk daftar buruan Amerika Serikat dengan hadiah 5 juta dolar itu akhirnya diamankan setelah berbulan-bulan berada dalam pengawasan aparat.

Operasi tersebut juga menyeret satu nama lain yang tak kalah penting dalam jejaring kartel itu. Pada waktu hampir bersamaan, otoritas Meksiko menangkap Cesar Alejandro “N”, yang disebut mengurus keuangan Flores dan diduga membantu aliran dana hasil aktivitas ilegal CJNG.

Sekretaris Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch menyampaikan bahwa Flores ditangkap di Nayarit. Ia menegaskan penindakan itu dilakukan setelah pemantauan jangka panjang dan melibatkan pengerahan kekuatan besar dari Angkatan Laut Meksiko.

Dalam operasi itu, lebih dari 500 tentara dikerahkan bersama enam helikopter dan beberapa pesawat. Garcia Harfuch turut membagikan video udara yang memperlihatkan helikopter berputar di atas lokasi saat pasukan bergerak mendekati target.

Menurut keterangan Angkatan Laut, pasukan khusus mengepung sebuah kabin di El Mirador, sekitar 20 kilometer di utara Puerto Vallarta. Di sekitar lokasi itu, Flores disebut dijaga sekitar 30 pick-up dan lebih dari 60 pria bersenjata.

El Jardinero bersembunyi di parit drainase

Saat para penjaganya terpencar karena upaya pengalihan perhatian, Flores mencoba mencari tempat sembunyi yang lebih kecil dan sulit terlihat. Angkatan Laut menyebut ia kemudian ditemukan bersembunyi di sebuah parit drainase.

Pihak militer menegaskan penangkapan berlangsung tanpa tembakan dilepaskan. “Operasi dilakukan dengan presisi bedah tanpa satu pun tembakan dilepaskan,” kata Angkatan Laut dalam keterangannya.

Cara penangkapan itu penting karena wilayah operasi kartel di Meksiko kerap diwarnai kekerasan bersenjata. Dalam kasus ini, aparat memilih pendekatan yang memprioritaskan penahanan target utama tanpa baku tembak terbuka.

Sosok penting dalam struktur CJNG

Flores dikenal memegang kendali atas wilayah CJNG di sepanjang pesisir Pasifik Meksiko. Seorang mantan agen Drug Enforcement Administration Amerika Serikat, Carlos Olivo, menilai Flores punya peran kunci dalam pengoperasian laboratorium narkoba, jalur penyelundupan, dan distribusi menuju Amerika Serikat.

Ia juga dipandang sebagai salah satu calon penerus Nemesio Oseguera atau “El Mencho”, pemimpin CJNG yang tewas dalam operasi pasukan keamanan pada Februari. Posisi itu membuat penangkapan Flores berpotensi mengganggu rantai komando kelompok di wilayah barat Meksiko.

Pengaruhnya disebut tidak berhenti pada urusan lapangan. Kendali atas jalur distribusi dan koordinasi jaringan yang menghubungkan wilayah produksi dengan pasar tujuan turut menjadi bagian dari perannya di dalam organisasi.

Penangkapan orang keuangan ikut mempersempit ruang gerak kartel

Di Zapopan, Meksiko tengah, aparat juga menangkap Cesar Alejandro “N”, yang dikenal sebagai “El Guero Conta”. Omar Garcia Harfuch menyebut dia merupakan operator keuangan Flores dalam jaringan CJNG.

Otoritas menuduh pria itu mencuci uang hasil aktivitas ilegal melalui perusahaan dan perantara. Ia juga diduga membeli pesawat, kapal, rumah, peternakan, serta menanamkan dana dalam perusahaan produksi tequila.

Penangkapan terhadap figur keuangan dinilai sama pentingnya dengan penangkapan komandan lapangan. CJNG tidak hanya mengandalkan kekuatan bersenjata, tetapi juga pada sistem pendanaan yang menjaga aset, logistik, dan pergerakan operasional tetap berjalan.

Intelijen Amerika Serikat dan sorotan atas kedaulatan Meksiko

Reuters melaporkan bahwa penangkapan Flores melibatkan informasi intelijen dari otoritas Amerika Serikat. Meski begitu, pemerintah Meksiko juga menegaskan garis batas yang harus dihormati dalam kerja sama antinarkotika.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengingatkan agar operasi rahasia Washington di wilayah Meksiko tidak terulang. Ia menekankan bahwa kehadiran pejabat Amerika Serikat yang tidak berwenang dalam operasi antinarkotika di Chihuahua tidak boleh terjadi lagi.

Sheinbaum mengatakan pemerintahnya sudah mengirim nota diplomatik ke Washington untuk menyampaikan keberatan resmi. “Kedua negara harus bekerja sama atas dasar koordinasi dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing,” demikian garis besar sikap yang ia tekankan dalam pengarahan pagi hari.

Pemerintah Meksiko juga meminta penjelasan terbuka soal operasi di Chihuahua yang menewaskan dua pejabat Meksiko dan dua agen CIA pada 19 April. Kementerian Keamanan Meksiko menyebut seorang agen CIA masuk sebagai wisatawan dan seorang lain menggunakan paspor diplomatik.

Di tengah seluruh dinamika itu, penangkapan “El Jardinero” dan orang keuangannya menunjukkan tekanan yang semakin kuat terhadap CJNG. Operasi ini sekaligus menempatkan kerja sama keamanan Meksiko dan Amerika Serikat di bawah pengawasan politik yang lebih ketat.

Baca Juga

Back to top button