Xiaomi tampaknya tidak hanya ingin membuat earbud yang ringan, tetapi juga menjadikannya perangkat yang lebih berguna untuk aktivitas harian. Lewat earbud clip-on open-ear pertamanya, perusahaan ini menggabungkan desain yang ringkas dengan fitur AI yang biasanya lebih sering ditemukan pada perangkat lain.
Pendekatan tersebut membuat perangkat ini menonjol di tengah tren audio wearable open-ear yang kian ramai. Alih-alih menutup telinga sepenuhnya, model ini membiarkan pengguna tetap mendengar suara sekitar sehingga lebih cocok untuk bekerja, berolahraga ringan, atau tetap waspada saat bepergian.
Ringan dan nyaman untuk dipakai lama
Gizmochina pada Jumat (15/5) menyebut tiap sisi earbud ini hanya berbobot sekitar 5,5 gram. Bobot yang sangat ringan itu dirancang agar pemakaian panjang tetap terasa nyaman tanpa memberi tekanan berlebih pada liang telinga.
Xiaomi juga memakai struktur kawat titanium memori untuk menjaga bentuk earbud tetap stabil saat digunakan. Bahan ini tetap fleksibel sehingga bisa mengikuti bentuk telinga pengguna dengan lebih baik.
Selain itu, desain melengkung biomimetik ikut dipakai untuk mendukung ergonomi. Dengan kombinasi itu, perangkat ini tampak diarahkan bukan hanya untuk gaya, tetapi juga untuk penggunaan sehari-hari.
Tampilan modern dengan pilihan warna terbatas
Dari sisi desain, earbud clip-on ini hadir dengan finishing mengilap dan elemen transparan pada area keluaran suara. Xiaomi juga menambahkan aksen tekstur metalik di bagian luar untuk memberi kesan modern dan futuristis.
Untuk saat ini, Xiaomi baru memperlihatkan dua pilihan warna. Varian yang tersedia adalah Satin Gold dan Pearl White.
Fokus audio tetap dijaga
Meski banyak sorotan tertuju pada desainnya, Xiaomi tetap memberi perhatian besar pada sektor suara. Perangkat ini membawa driver 11mm dengan diafragma berlapis logam untuk menghasilkan audio yang lebih detail dan bertenaga.
Dukungan codec LHDC 5.0 dan sertifikasi Hi-Res Audio juga disematkan di dalamnya. Kombinasi ini memungkinkan kualitas audio nirkabel beresolusi tinggi tetap dinikmati pada perangkat yang kompatibel.
Dibuat agar komunikasi lebih jelas
Untuk kebutuhan panggilan telepon, Xiaomi membekali earbud ini dengan tiga mikrofon dan sensor VPU. Susunan ini dipakai untuk membantu menangkap suara pengguna dengan lebih baik saat berbicara.
Ada juga teknologi peredam bising berbasis AI agar percakapan tetap jelas meski berada di lingkungan ramai. Pada perangkat open-ear, hal semacam ini menjadi penting karena desain yang terbuka sering menghadirkan tantangan saat dipakai untuk komunikasi.
Xiaomi juga menyematkan fitur reverse sound wave untuk mengurangi kebocoran suara. Teknologi ini dirancang agar audio tidak mudah terdengar oleh orang di sekitar pengguna.
AI menjadi pembeda paling besar
Bagian yang paling mencuri perhatian dari earbud ini justru datang dari fitur berbasis AI. Xiaomi disebut akan menghadirkan penerjemahan real-time hingga 21 bahasa, sehingga perangkat ini bisa membantu percakapan lintas bahasa untuk perjalanan, bisnis, maupun kebutuhan harian.
Selain itu, ada fitur perekaman suara dan pembuatan ringkasan otomatis berbasis AI. Pengguna bisa merekam rapat atau percakapan lalu memperoleh rangkuman secara instan.
Beberapa fitur AI tersebut kemungkinan akan bekerja lebih optimal saat dipakai bersama perangkat dalam ekosistem Xiaomi. Dukungan asisten virtual Xiao AI juga disebut akan menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan.
Belum ada harga resmi
Hingga kini, Xiaomi belum mengumumkan kapasitas baterai maupun harga resmi untuk earbud clip-on perdananya itu. Perangkat ini diperkirakan meluncur bersamaan dengan sejumlah produk baru Xiaomi lainnya, termasuk Xiaomi Smart Band 10 Pro dan Xiaomi 17 Max.
Kehadiran earbud ini memperlihatkan arah Xiaomi dalam memperluas lini audio wearable. Dengan bobot ringan, audio premium, dan fitur AI, perangkat ini diposisikan sebagai opsi praktis bagi pengguna yang menginginkan earbud ringkas namun tetap kaya fungsi.
Source: www.gadgetdiva.id




