Edukasi BI, OJK, Dan GoPay Di Bali, UMKM Diperkuat Agar Tak Terseret Penipuan Digital

Ancaman penipuan digital kini ikut membayangi pelaku UMKM yang semakin akrab dengan transaksi nontunai. Di Bali, isu itu tidak hanya dibahas dari sisi risiko, tetapi juga dari peluang yang bisa dibuka lewat pemanfaatan pembayaran digital yang lebih aman dan terarah.

Melalui program “Pintar Bareng GoPay”, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, PPATK, AFPI, dan GoPay mendorong edukasi keuangan bagi pelaku usaha kecil agar mereka tidak sekadar bisa menerima pembayaran digital, tetapi juga memahami cara melindungi usaha dari celah penipuan. Pendekatan ini dinilai penting karena pertumbuhan transaksi digital harus berjalan seiring dengan literasi keamanan dan pengelolaan data pribadi.

QRIS dan peluang dari wisatawan asing

Salah satu sorotan utama program ini adalah potensi QRIS untuk UMKM Bali. Posisi Bali sebagai destinasi wisata membuat arus kunjungan mancanegara tinggi, sehingga fitur pembayaran lintas negara menjadi relevan bagi pelaku usaha di daerah tersebut.

Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP, Perizinan SP, dan Perlindungan Konsumen BI, Zetra Iez Zaputra, menyebut QRIS dapat memperluas peluang usaha di Bali. Ia menjelaskan bahwa QRIS Cross Border memungkinkan pembayaran dari wisatawan asal Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga China.

Menurut Zetra, manfaat sistem pembayaran digital akan lebih optimal jika pelaku usaha memiliki literasi keuangan yang memadai. Ia menekankan bahwa keamanan transaksi harus menjadi fondasi, bukan hanya pelengkap dari kemudahan menerima pembayaran.

Peringatan soal celah penipuan digital

Di sisi lain, Zetra juga mengingatkan pelaku usaha agar lebih waspada terhadap penipuan digital. Ia menilai kemampuan mengenali pola transaksi yang aman sangat penting supaya usaha tetap berjalan sehat di tengah percepatan ekosistem digital.

Peringatan itu menjadi relevan karena penipuan digital kerap menyasar kelengahan pengguna. Dalam konteks UMKM, dampaknya bisa langsung terasa pada arus kas, reputasi usaha, dan keamanan operasional harian.

Pesan serupa juga mengarah pada pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. Bagi pelaku usaha kecil, pemahaman soal keamanan dasar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penggunaan layanan pembayaran digital.

Pembekalan untuk 150 pelaku UMKM

Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey P. Petriny, mengatakan program ini dirancang dengan pendekatan yang mudah dipahami dan dekat dengan kebutuhan pelaku usaha. Sebanyak 150 pelaku UMKM di Bali mendapat pembekalan tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan, keamanan bertransaksi di era digital, dan pengenalan produk permodalan digital yang bisa dimanfaatkan secara bijak.

Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan tentang risiko penyalahgunaan usaha untuk aktivitas ilegal. Materi ini mencakup peringatan mengenai konsekuensi hukum seperti pencucian uang dan judi online yang dapat merugikan pelaku usaha jika tidak diantisipasi sejak awal.

GoPay juga memperkenalkan sejumlah solusi keuangan digital yang disebut mudah diakses, transparan, dan aman. Audrey menilai literasi finansial dan pemahaman keamanan transaksi digital menjadi dasar agar UMKM dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Dorongan agar inklusi keuangan ikut bergerak

Zetra menyebut inisiatif seperti ini layak diapresiasi karena memberi langkah nyata untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat, terutama UMKM. Ia berharap kolaborasi lintas lembaga dapat terus berlanjut untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

GoPay menegaskan bahwa “Pintar Bareng GoPay” merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan digital. Melalui kerja sama dengan BI, OJK, PPATK, dan AFPI, program ini diarahkan agar pelaku UMKM memahami peluang sekaligus risiko dari perkembangan teknologi keuangan digital.

Bagi pelaku usaha di Bali, kombinasi antara akses pembayaran digital, potensi wisatawan asing, dan pemahaman keamanan transaksi menjadi semakin penting. Di tengah maraknya penipuan digital, edukasi semacam ini memberi bekal agar usaha kecil tidak hanya menerima pembayaran dengan lebih mudah, tetapi juga menjaga keamanan dan keberlanjutan bisnisnya.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version