Evakuasi besar dari kapal pesiar MV Hondius memang sudah berlangsung, tetapi badan kesehatan dunia menegaskan bahaya hantavirus belum otomatis reda. Ketua Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa penanganan kasus ini masih jauh dari selesai meski langkah pemindahan penumpang dan awak telah dilakukan.
Peringatan itu muncul di tengah upaya berbagai otoritas untuk menahan kepanikan internasional atas wabah yang telah menelan tiga korban jiwa. Hantavirus juga menjadi perhatian karena belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus, sehingga setiap perkembangan baru tetap dipantau ketat.
Risiko masih dinilai rendah, tetapi pemantauan belum boleh longgar
Tedros mengatakan belum ada tanda bahwa wabah ini telah berkembang lebih besar. Namun, ia menekankan bahwa situasi masih bisa berubah karena masa inkubasi virus yang panjang dan kemungkinan munculnya kasus tambahan dalam beberapa pekan ke depan.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di Madrid, ia menegaskan bahwa negara-negara sebaiknya tetap mengikuti saran dan rekomendasi WHO. Otoritas kesehatan juga menilai risiko kesehatan publik secara global masih rendah, meski pengawasan terhadap perkembangan kasus tetap dilakukan.
Evakuasi dari kapal dan sebaran kasus
Lebih dari 120 penumpang dan awak MV Hondius telah diterbangkan keluar dari Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu dan Senin. Berdasarkan hitungan AFP atas data resmi, terdapat tujuh kasus terkonfirmasi di antara pasien yang masih hidup serta satu kasus lain yang berstatus probable.
Seluruh pasien yang masih hidup itu merupakan penumpang atau awak kapal. Negara asal yang terdampak mencakup Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Spanyol, Swiss, dan Belanda.
Sejumlah negara kemudian menerapkan pendekatan kesehatan yang berbeda bagi para evacuee yang kembali. Sebagian besar mengikuti panduan WHO, termasuk karantina 42 hari dan pemantauan ketat terhadap kontak berisiko tinggi karena masa inkubasi virus bisa mencapai enam minggu.
Negosiasi antarnegara dan ketegangan soal sandar kapal
Kasus MV Hondius juga memunculkan persoalan diplomatik karena negara-negara harus bernegosiasi soal penerimaan kapal dan penanganan penumpangnya. Cape Verde menolak menerima kapal tersebut, sehingga kapal tetap berlabuh di lepas pantai ibu kota Praia saat tiga orang dievakuasi ke Eropa melalui udara pekan lalu.
Spanyol akhirnya mengizinkan kapal itu berlabuh di lepas Kepulauan Canary untuk proses evakuasi. Keputusan tersebut ditentang keras oleh pemerintah regional di wilayah kepulauan itu.
Sanchez membela kebijakan pemerintahnya dan menyatakan dunia tidak membutuhkan lebih banyak egoisme atau ketakutan. Ia menekankan pentingnya solidaritas antarnegara saat krisis kesehatan melibatkan banyak yurisdiksi.
Asal wabah dan langkah akhir di kapal
Kapal itu meninggalkan pulau Tenerife dengan awak inti pada Senin dan akan didisinfeksi saat tiba di Belanda pada Minggu. Hantavirus sendiri menyebar melalui urine, feses, dan air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
Virus ini endemik di Argentina, tempat MV Hondius memulai pelayaran pada 1 April menuju Cape Verde melintasi Samudra Atlantik. Situasi di sekitar kapal itu kini masih menjadi perhatian karena masa inkubasi yang panjang membuat pemantauan belum bisa dihentikan begitu saja.





