Final Roland Garros Mempertemukan Zverev Dengan Misi Besar, Cobolli Datang Lewat Kejutan Tak Terduga

Final Roland Garros 2026 menghadirkan dua cerita yang kontras di Lapangan Philippe-Chatrier, Paris. Alexander Zverev datang dengan beban besar untuk mengejar gelar Grand Slam pertamanya, sementara Flavio Cobolli menembus partai puncak lewat jalur yang tidak biasa.

Pertemuan mereka pada Minggu (7/6) membuat laga ini langsung menyita perhatian. Di satu sisi ada petenis nomor dua dunia yang kembali berada di ambang sejarah, di sisi lain ada finalis yang melangkah tanpa harus menguras tenaga di semifinal.

Zverev kembali ke panggung besar

Zverev memastikan tiket final setelah menyingkirkan unggulan ke-26, Jakub Mensik, di semifinal. Ia menang 7-5, 6-2, 3-6, 6-3 dan kembali menunjukkan konsistensinya di turnamen tanah liat terbesar.

Usai pertandingan, Zverev menyoroti perubahan permainan Mensik pada set ketiga. Ia menilai lawannya sempat naik ke level yang lebih tinggi dan mengingatkan bahwa format lima set membuat situasi di Grand Slam bisa berubah sangat cepat.

Bagi Zverev, final Roland Garros 2026 menjadi final Grand Slam keempat dalam kariernya. Ini juga merupakan final keduanya di Roland Garros, sehingga tekanan untuk memaksimalkan kesempatan terasa semakin besar.

Cobolli melaju tanpa bertanding

Di kubu lawan, Flavio Cobolli mencapai final dengan cara yang berbeda dari kebanyakan petenis lain. Mateo Arnaldi mundur sebelum semifinal dimulai karena masalah kesehatan akibat virus, sehingga Cobolli langsung mengamankan tempat di partai puncak.

Pengumuman mundurnya Arnaldi dibuat sekitar pukul 17:35 BST, hanya 25 menit sebelum jadwal pertandingan di Paris. Arnaldi mengaku terus merasa pusing setiap kali mencoba bangun dari tempat tidur, dan keputusan untuk mundur dinilai sebagai langkah yang tepat.

Situasi itu membuat perjalanan Cobolli menuju final terasa tidak lazim. Ia melangkah ke laga terbesar dalam turnamen tanpa harus memainkan semifinal, sesuatu yang jarang terjadi pada tahap setinggi ini.

Misi Zverev yang belum selesai

Final di Paris kembali membuka jalan bagi Zverev untuk mengejar gelar Grand Slam pertama dalam kariernya. Peluang serupa sudah pernah datang, tetapi belum berhasil ia ubah menjadi trofi.

Petenis asal Jerman itu sempat sangat dekat dengan gelar besar saat final US Open 2020. Namun, ia kalah dari Dominic Thiem dalam tie-break set kelima, sebuah kekalahan yang masih menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.

Kegagalan di final juga masih berlanjut pada kesempatan lain. Zverev kalah dari Carlos Alcaraz pada 2024, lalu tumbang dari Jannik Sinner di final Australian Open 2025.

Laga yang membawa bobot berbeda

Pertarungan Zverev dan Cobolli diperkirakan berlangsung sengit karena masing-masing membawa motivasi yang kuat. Zverev mengejar pencapaian yang selama ini belum ia genggam, sedangkan Cobolli ingin menutup turnamen dengan hasil terbaik di salah satu panggung terbesar tenis dunia.

Di tengah besarnya perhatian terhadap partai ini, akses link live streaming final Roland Garros 2026 menjadi informasi yang banyak dicari. Semua mata kini tertuju ke Philippe-Chatrier untuk melihat apakah Zverev akhirnya bisa mengakhiri penantian panjangnya atau Cobolli justru melanjutkan kejutan di Paris.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button