Di kelas adventure touring menengah, Zontes 703T dan CFMoto 800MT Sport sama-sama masuk lewat pintu yang berbeda. Satu mengejar kesan futuristis dan penuh perlengkapan, sementara satu lagi menawarkan rasa yang lebih tenang, matang, dan meyakinkan untuk perjalanan jauh.
Pilihan di antara keduanya pada akhirnya sangat ditentukan oleh prioritas pengendara. Jika yang dicari adalah motor dengan karakter agresif, teknologi ramai, dan tampilan berani, Zontes 703T punya daya tarik kuat, sedangkan CFMoto 800MT Sport lebih condong ke kestabilan dan kenyamanan touring.
Karakter mesin yang langsung membedakan
Zontes 703T membawa mesin 3 silinder segaris 699cc DOHC berpendingin cairan. Tenaganya tercatat 100,5 hp pada 11.200 rpm dengan torsi 74,5 Nm pada 8.500 rpm, dan konfigurasi triple engine itu membuat respons gas terasa spontan.
Karakter tersebut ikut membentuk sensasi berkendaranya. Akselerasi 703T disebut lebih agresif, ditambah suara khas tiga silinder yang memberi pengalaman berbeda saat putaran mesin naik.
CFMoto 800MT Sport menempuh jalur lain dengan mesin parallel-twin 799cc DOHC berpendingin cairan. Mesin ini merupakan bagian dari keluarga mesin KTM LC8c, dengan output 93,8 hp pada 9.000 rpm dan torsi 77 Nm pada 7.500 rpm.
Tenaganya terasa kuat di putaran bawah hingga menengah. Sifat seperti ini membuat 800MT Sport lebih mudah dibaca sebagai motor touring jarak jauh yang mengutamakan aliran tenaga yang stabil.
Desain dan rasa berkendara yang tidak sama
Dari sisi tampilan, Zontes 703T tampil dengan garis bodi tajam dan lampu LED futuristis. Bahasa desain itu membuatnya terlihat lebih berani dibanding banyak motor adventure tradisional.
Bobot yang relatif ringan juga ikut membantu karakter tersebut. Motor ini terasa lincah saat dipakai bermanuver di jalan berliku dan masih enak diajak bergerak di lalu lintas perkotaan.
Posisi berkendaranya dibuat tegak dengan setang lebar. Setelan itu tetap mendukung touring, tetapi kesan sporty dan modern tetap menjadi fokus utamanya.
CFMoto 800MT Sport justru tampil lebih konservatif, meski tetap modern dan premium. Karakternya tidak terlalu agresif secara visual, namun justru memberi kesan matang sejak awal.
Di jalan, motor ini dikenal stabil dan memberi rasa yakin saat melaju jauh. Chassis yang matang menjadi salah satu modal utamanya, terutama untuk perjalanan panjang dengan kecepatan tinggi atau saat membawa beban touring.
Fitur sama-sama lengkap, tetapi pendekatannya berbeda
Zontes 703T menonjol lewat kelengkapan elektronik yang padat. Motor ini dibekali panel TFT besar, quickshifter, traction control, riding mode, keyless system, kamera bawaan pada beberapa versi, serta berbagai fitur elektronik premium lainnya.
CFMoto 800MT Sport juga tidak tertinggal dalam hal perlengkapan modern. Motor ini hadir dengan TFT display, cruise control, traction control, riding mode, konektivitas smartphone, dan ABS cornering pada beberapa varian.
Perbedaan keduanya terasa pada cara membangun nilai. Zontes lebih menekankan sensasi futuristis dan daftar fitur yang ramai, sedangkan CFMoto memakai paket teknologi untuk memperkuat karakter touring yang lebih tenang dan siap tempuh jauh.
Harga berdekatan, target penggunanya yang berbeda
Dari sisi banderol, keduanya berada di rentang yang mirip. Zontes 703T dijual di bawah 7.000 Euro atau sekitar Rp 145,5 jutaan, sedangkan CFMoto 800MT Sport berada di kisaran 6.999–7.499 Euro atau sekitar Rp 145,6–156 jutaan.
Kedekatan harga itu membuat perbandingannya tidak berhenti pada angka semata. Zontes 703T cocok untuk pengendara yang ingin adventure touring dengan rasa lebih galak dan tampilan lebih futuristis, sementara CFMoto 800MT Sport lebih pas bagi yang mengejar kenyamanan, kestabilan, dan platform yang terasa lebih matang untuk perjalanan jauh.
Di segmen ADV premium, dua motor asal China ini menunjukkan arah pengembangan yang berbeda tetapi sama-sama serius. Satu bermain di daya tarik teknologi dan karakter mesin yang lebih liar, satu lagi menekan rasa percaya diri lewat kestabilan dan kenyamanan touring yang lebih matang.
Source: ridertua.com