Banyak orang berharap kenaikan gaji langsung membuat hidup lebih tenang. Kenyataannya, tambahan penghasilan sering hanya terasa sebentar sebelum kembali lenyap oleh pengeluaran yang ikut membesar.
Situasi ini membuat seseorang tetap merasa serba kurang meski nominal gaji sudah naik. Dalam psikologi perilaku, pola tersebut dikenal sebagai hedonic treadmill, yaitu kondisi ketika rasa puas cepat kembali ke titik awal setelah seseorang menyesuaikan diri dengan perubahan baru.
Kenaikan yang cepat diikuti kebiasaan baru
Saat pendapatan bertambah, ruang untuk membayar kebutuhan yang sempat tertunda memang terbuka lebih lebar. Setelah itu, muncul pengeluaran baru yang perlahan berubah menjadi kebiasaan, mulai dari langganan layanan digital sampai belanja yang lebih sering.
Perubahan kecil seperti ini sering tidak terasa di awal. Namun ketika standar konsumsi ikut naik, tambahan gaji bisa langsung terserap tanpa sempat memberi rasa aman yang bertahan lama.
Rasa lega yang berubah menjadi standar
Melansir Science Direct, manusia cenderung cepat beradaptasi dengan kondisi yang lebih baik. Karena itu, efek positif dari kenaikan pendapatan biasanya hanya muncul sementara sebelum dianggap normal.
Dalam konteks keuangan, gaji yang semula memicu rasa lega bisa segera dipandang sebagai patokan baru. Begitu patokan itu bergeser, rasa kekurangan ikut kembali karena harapan terhadap pengeluaran dan gaya hidup ikut naik.
Mengapa tabungan sering tidak ikut membesar
Dampak hedonic treadmill paling mudah terlihat dari kebiasaan belanja. Perubahan pola konsumsi sering terjadi pelan, sehingga seseorang tidak sadar bahwa pengeluarannya sudah lebih tinggi dari sebelumnya.
Jika pola ini terus berlanjut, kemampuan menabung bisa stagnan walaupun pendapatan meningkat. Uang tambahan akhirnya lebih banyak habis untuk konsumsi daripada masuk ke tabungan atau investasi.
Tanda yang sering muncul di keseharian
Ada beberapa pola yang kerap terlihat ketika seseorang mulai terjebak dalam situasi ini. Pengeluaran naik segera setelah gaji bertambah, lalu kebutuhan baru muncul begitu kebutuhan lama terpenuhi.
Di sisi lain, gaya hidup tetap terasa wajar meski biayanya makin besar. Tabungan pun tidak banyak berubah, padahal pendapatan sudah naik dibandingkan sebelumnya.
Mengapa terasa selalu kurang
Perasaan kurang uang tidak selalu berarti penghasilan benar-benar tidak cukup. Dalam banyak kasus, masalahnya muncul karena standar hidup bergerak naik mengikuti pemasukan.
Otak juga tidak mempertahankan rasa senang dalam intensitas yang sama terlalu lama. Pencapaian yang awalnya terasa besar perlahan berubah menjadi hal biasa, sehingga kenaikan gaji tidak lagi memberi rasa aman yang menetap.
Agar kenaikan gaji tidak habis begitu saja
Memahami hedonic treadmill membuat seseorang lebih waspada saat menerima kenaikan pendapatan. Kesadaran ini penting agar tambahan penghasilan tidak hanya dipakai untuk mengejar gaya hidup baru.
Jika pola pengeluaran bisa dijaga, kenaikan gaji tetap punya ruang untuk memperkuat tabungan dan kestabilan keuangan. Tanpa pengendalian seperti itu, tambahan nominal hanya lewat sebentar sebelum hidup kembali terasa sempit.
Source: www.viva.co.id




