Honda mengambil langkah besar untuk mempercepat elektrifikasi dengan menyiapkan investasi global 6,2 triliun yen atau sekitar Rp 688,6 triliun dalam tiga tahun ke depan. Dari jumlah itu, 1 triliun yen atau sekitar Rp 111,07 triliun dialokasikan khusus untuk penguatan perangkat lunak dan pembangunan ekosistem elektrifikasi yang lebih menyeluruh.
Langkah ini menunjukkan bahwa Honda tidak hanya mengejar penjualan mobil listrik dan hybrid, tetapi juga sedang membangun ulang fondasi teknologinya. Arah tersebut membuat transformasi Honda terlihat jauh lebih luas daripada sekadar pergantian jenis penggerak.
Toshihiro Mibe, Director, President and Representative Executive Officer Honda, menyebut investasi jangka menengah dan panjang itu sebagai bagian penting dari perjalanan Honda menuju era elektrifikasi global. Di saat yang sama, Honda tetap ingin menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini tanpa meninggalkan karakter merek yang sudah lama dikenal.
Pendekatan itu terlihat dari cara Honda menjaga identitas produknya tetap utuh. Perusahaan asal Jepang tersebut masih menempatkan efisiensi, responsivitas, dan kesenangan berkendara sebagai nilai utama, meski arah pengembangannya kini semakin kuat menuju elektrifikasi.
Dua prototipe baru jadi petunjuk arah
Honda juga memperlihatkan arah pengembangan berikutnya lewat dua prototipe elektrifikasi terbaru, yaitu Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype. Keduanya dijadwalkan mulai masuk pasar global dalam dua tahun mendatang.
Menurut Honda, kedua model itu menggunakan sistem hybrid generasi baru yang dikembangkan dari nol. Pengembangan tersebut mencakup platform kendaraan, sistem penggerak, hingga unit elektrik AWD terbaru.
Karena itulah, dua prototipe itu tidak sekadar menjadi model pameran. Keduanya menjadi gambaran awal tentang portofolio kendaraan elektrifikasi Honda di berbagai negara dalam beberapa tahun ke depan.
Model baru disiapkan bertahap mulai 2027
Honda berencana meluncurkan model-model baru berbasis teknologi tersebut secara bertahap mulai 2027 di sejumlah pasar prioritas global. Sampai akhir tahun fiskal 2030, perusahaan menargetkan kehadiran 15 model baru.
Di sisi lain, Honda mengklaim generasi kendaraan terbaru ini mampu meningkatkan efisiensi energi sekitar 10% dibanding generasi sebelumnya. Peningkatan itu tetap diiringi upaya menjaga karakter berkendara yang responsif.
Strategi tersebut memperlihatkan bahwa elektrifikasi di Honda tidak diarahkan untuk menghilangkan sensasi berkendara. Sebaliknya, teknologi baru diposisikan agar mobil menjadi lebih hemat energi tanpa melepaskan ciri yang selama ini menjadi daya tarik produknya.
Asia tetap memegang peran penting
Dalam strategi globalnya, Honda menempatkan Asia, termasuk India dan ASEAN, sebagai kawasan penting untuk pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan juga menegaskan bahwa pengembangan model generasi terbaru akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di masing-masing negara.
Pendekatan itu menunjukkan Honda tidak ingin membawa produk global secara seragam ke semua pasar. Sebaliknya, perusahaan menyiapkan model yang lebih relevan dengan kondisi dan preferensi lokal, terutama di wilayah yang dinilai punya potensi besar untuk kendaraan elektrifikasi.
Riset teknologi baru ikut dipercepat
Selain hybrid, Honda juga memperkuat riset kendaraan listrik generasi baru, teknologi baterai solid-state, dan sistem Advanced Driver Assistance System atau ADAS. Teknologi ADAS ditargetkan mulai hadir pada 2028.
Seluruh pengembangan tersebut menjadi bagian dari komitmen Honda untuk mencapai target netral karbon pada 2050. Dengan investasi besar, penguatan perangkat lunak, dan pengembangan teknologi yang lebih terarah, Honda bergerak lebih cepat menuju era elektrifikasi sambil tetap menjaga arah bisnis jangka panjangnya.
Source: www.beritasatu.com