Honor Pilih Bonus Dan Tablet Untuk Hadapi Harga RAM Yang Kian Menekan Pasar

Di tengah konsumen yang makin selektif, Honor memilih bertahan dengan mengandalkan nilai tambah saat berjualan, bukan sekadar menekan harga. Hadiah pembelian, promo terbatas, jaringan toko yang mudah dijangkau, dan fokus yang makin besar ke tablet menjadi cara perusahaan menjaga minat beli tetap hidup.

Langkah itu muncul ketika pasar elektronik sedang menghadapi tekanan dari dua arah. Daya beli belum pulih sepenuhnya, sementara biaya komponen ikut terangkat akibat penguatan dolar AS yang sempat menyentuh Rp17.750 dan kelangkaan RAM yang membuat produsen HP serta laptop harus menyesuaikan harga.

Honor Indonesia membaca kondisi tersebut sebagai perubahan cara belanja masyarakat. Aryo Meidianto Aji, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor Honor di Indonesia, menilai calon pembeli kini jauh lebih memperhatikan apa yang mereka terima saat membeli perangkat.

Bonus ikut menentukan keputusan

Bagi Honor, konsumen tidak lagi berhenti di perbandingan spesifikasi. Mereka juga menimbang hadiah pembelian dan penawaran khusus yang menyertai produk, sehingga bonus bisa menjadi penentu akhir sebelum transaksi terjadi.

Karena itu, Honor menyiapkan promo seperti Mayday Pay untuk mendorong pembelian dalam jangka waktu terbatas. Skema semacam ini dipandang efektif ketika banyak orang masih menahan belanja karena kondisi ekonomi belum membaik.

Dalam pasar yang sensitif terhadap harga, insentif tambahan sering kali menjadi pemicu terakhir. Honor melihat strategi tersebut lebih relevan ketimbang hanya mengandalkan penonjolan spesifikasi teknis.

Akses toko masih berpengaruh

Selain promo, Honor juga menaruh perhatian besar pada lokasi penjualan. Perusahaan menilai toko fisik tetap punya peran penting, terutama karena trafik pengunjung ke pusat perbelanjaan ikut melemah.

Toko yang berada di pusat perbelanjaan disebut lebih rentan terdampak situasi itu. Sebaliknya, toko di pinggir jalan dinilai masih lebih kuat dalam mendukung penjualan langsung.

Honor banyak mengandalkan jaringan Erafone yang berada di tepi jalan. Kanal tersebut disebut masih memberi dorongan penjualan yang besar karena aksesnya lebih mudah dan orang kini lebih jarang datang ke mal untuk membeli perangkat.

Tablet makin menonjol saat laptop tertekan

Di sisi produk, Honor melihat pergeseran minat yang cukup jelas. Perusahaan kini lebih banyak merilis tablet dibanding perangkat lain, dan penjualannya juga terus naik dalam beberapa tahun terakhir.

Aryo menyebut kenaikan harga storage ikut menekan industri laptop. Dengan anggaran sekitar Rp 5 jutaan, konsumen belum tentu bisa mendapatkan laptop dengan spesifikasi yang mumpuni.

Dalam kondisi seperti itu, tablet dianggap lebih masuk akal bagi sebagian pembeli. Lini laptop Honor tetap tersedia, tetapi porsinya tidak sebesar tablet.

Penjualan tablet Honor disebut naik sekitar 30-40% saat harga RAM ikut terkerek. Angka itu menjadi salah satu alasan mengapa perusahaan lebih serius menggarap kategori tersebut di tengah tekanan biaya komponen.

Harga tetap dijaga agar tetap kompetitif

Honor juga berusaha menjaga agar harga perangkat tetap stabil. Langkah ini penting karena pasar sedang sangat sensitif terhadap kenaikan harga, terutama pada produk elektronik.

Perpaduan antara harga yang dijaga, promo waktu terbatas, hadiah pembelian, dan pemilihan kanal penjualan menjadi strategi utama menghadapi pasar yang lesu. Di tengah tekanan ekonomi dan mahalnya komponen, Honor membaca bahwa penjualan HP tidak lagi cukup ditopang oleh merek dan spesifikasi saja.

Source: www.cnbcindonesia.com

Baca Juga

Back to top button