Ashlyn Krueger menjadi tembok yang menghentikan langkah Janice Tjen di Birmingham Classic. Petenis Indonesia itu kalah dua set langsung 1-6, 3-6 pada babak kedua WTA 125 tersebut dan gagal menembus perempat final.
Hasil itu memang menutup perjalanan Janice di turnamen lapangan rumput ini, tetapi performanya tetap menyisakan catatan penting. Sebelum bertemu Krueger, Janice sudah lebih dulu menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di level WTA 125 dengan melewati laga pembuka yang menuntut ketahanan penuh.
Kemenangan pertama Janice datang saat menghadapi petenis Jepang Nao Hibino. Pertandingan berlangsung tiga set dan berakhir dengan skor 6-4, 3-6, 6-2 untuk Janice, hasil yang menegaskan start meyakinkan di Birmingham Classic.
Pada set pembuka, Janice tampil stabil dan mampu menjaga keunggulan ketika tekanan lawan mulai muncul. Ia memanfaatkan peluang penting dengan baik untuk mengamankan set pertama dalam persaingan yang ketat.
Situasi berubah di set kedua ketika Hibino meningkatkan intensitas permainan. Petenis Jepang itu tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan setelah menang 6-3, membuat laga harus ditentukan lewat set penentuan.
Janice merespons dengan baik pada set ketiga. Ia langsung mengambil inisiatif permainan dan sempat unggul jauh 4-0 sebelum Hibino berupaya memperkecil jarak.
Namun, tantangan yang ia hadapi di babak kedua berbeda jauh. Krueger tampil lebih efektif sejak awal dan menekan Janice tanpa banyak memberi ruang untuk mengembangkan permainan.
Dalam pertandingan itu, Janice kesulitan menjaga ritme seperti saat melawan Hibino. Skor 1-6 dan 3-6 memperlihatkan dominasi Krueger yang kemudian memastikan langkah ke perempat final.
Meski terhenti lebih cepat, Birmingham Classic tetap memberi nilai tambah bagi Janice. Ia memperoleh satu kemenangan dan jam terbang penting di turnamen WTA 125, yang menjadi bagian dari persiapan menuju rangkaian kompetisi musim rumput.
Turnamen ini juga memperlihatkan tantangan adaptasi yang harus ia hadapi di lapangan rumput. Pertemuan dengan lawan yang tampil lebih konsisten memberi gambaran jelas tentang level persaingan yang sedang dihadapi Janice saat ini.
Janice meninggalkan Birmingham dengan hasil yang belum sempurna, tetapi dengan modal pengalaman dari dua laga yang berbeda karakter. Dari sana, terlihat bahwa ia masih memiliki ruang untuk membangun konsistensi ketika menghadapi tekanan yang lebih besar pada turnamen berikutnya.
Source: www.beritasatu.com




