Huawei Rilis AI Glasses di China, Bobotnya Lebih Ringan dan Baterainya Bertahan 9 Jam

Huawei resmi membawa AI Glasses ke pasar China sebagai kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk pemakaian harian. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena bobotnya jauh lebih ringan dibanding sejumlah pesaing di kelas yang sama, sambil tetap membawa fungsi yang cukup lengkap untuk penggunaan praktis.

Di tengah pasar wearable yang makin ramai, Huawei menempatkan AI Glasses bukan sekadar sebagai aksesori teknologi, tetapi sebagai perangkat yang mengutamakan kenyamanan. Pendekatan itu terlihat dari desain yang ringkas, ketahanan baterai yang panjang, dan integrasi fitur pintar yang dibuat agar tetap relevan dalam aktivitas sehari-hari.

Desain ringan jadi pembeda utama

Salah satu sorotan terbesar dari Huawei AI Glasses ada pada bobotnya. Huawei menyebut perangkat ini memiliki berat 35,5 gram tanpa lensa dan 47 gram saat sudah dipasangi lensa.

Angka tersebut membuatnya lebih ringan dibanding Ray-Ban Meta AI Gen 2, yang berada di kisaran 50 hingga 53 gram. Selisih ini menjadi penting karena kacamata pintar kerap dikritik terasa berat jika dipakai dalam durasi lama.

Untuk menjaga bentuk tetap ramping, Huawei menggunakan material tertentu dan teknik precision stacking. Pendekatan ini membantu perangkat tetap terlihat seperti kacamata biasa, bukan perangkat pintar yang terlalu mencolok.

Kamera ganda dan rangka yang disesuaikan

Huawei membenamkan kamera 12 MP di sisi kanan dan kiri bingkai untuk mendukung fungsi visual perangkat. Penempatan komponen dibuat sehemat mungkin agar desain tidak tampak tebal dan tetap nyaman digunakan.

Perusahaan juga memakai rancangan “golden triangle” pada struktur kacamata. Desain ini diselaraskan dengan data analisis bentuk kepala masyarakat di wilayah Asia agar perangkat terasa lebih stabil dan pas saat dipakai.

Selain itu, engsel berbahan titanium ikut dipasang untuk memperkuat struktur. Material ini diklaim membantu menjaga ketahanan perangkat sekaligus membuatnya lebih kokoh untuk penggunaan sehari-hari.

Fungsi AI yang dibuat praktis

Di sisi fitur, Huawei AI Glasses berjalan dengan asisten digital Xiaoyi yang memproses perintah suara melalui chip kecerdasan buatan internal. Dengan cara ini, perangkat berfungsi sebagai antarmuka suara untuk kebutuhan dasar pengguna.

Huawei juga menambahkan mekanisme getaran pada bingkai sebagai umpan balik sensorik. Fitur ini dirancang agar pengguna bisa menerima respons dari sistem tanpa selalu bergantung pada tampilan visual.

Untuk pasar domestik, perangkat ini juga terintegrasi dengan pembayaran digital melalui Alipay. Kehadiran fungsi tersebut membuat AI Glasses lebih dekat dengan aktivitas harian yang menuntut proses cepat dan ringkas.

Daya tahan baterai menjadi nilai jual lain

Selain bobot dan fitur, daya tahan baterai ikut menjadi keunggulan yang ditonjolkan Huawei. Perusahaan mengklaim AI Glasses mampu memutar musik terus-menerus hingga sembilan jam.

Durasi itu disebut lebih panjang dibanding kacamata pintar Meta yang diklaim bertahan sekitar lima jam untuk penggunaan serupa. Bagi perangkat wearable, ketahanan seperti ini penting karena sangat memengaruhi kenyamanan pemakaian sepanjang hari.

Pilihan warna dan harga di China

Huawei menawarkan AI Glasses dalam tiga warna untuk pasar China, yakni titanium silver gray, shimmering silver, dan modern black. Pilihan ini memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan perangkat dengan gaya masing-masing.

Harga jualnya dimulai dari 2.499 yuan dan mencapai 2.899 yuan untuk varian tertentu. Dengan kombinasi bobot ringan, kamera ganda, desain yang disesuaikan, serta fitur AI, Huawei menempatkan AI Glasses sebagai salah satu perangkat wearable yang paling agresif di kelasnya.

Baca Juga

Back to top button