Kalah 2-3 dari Inter di Coppa Italia, Fàbregas Akui Como Masih Belum Selevel

Cesc Fàbregas tidak menyembunyikan kenyataan setelah Como 1907 tersingkir dari Coppa Italia. Kekalahan 2-3 dari Inter Milan di leg kedua semifinal di Stadion Giuseppe Meazza bukan hanya menghentikan langkah Como, tetapi juga memperlihatkan jarak yang masih memisahkan mereka dari salah satu tim terkuat di Italia.

Sempat unggul dua gol, Como justru kehilangan kendali saat laga memasuki fase akhir. Inter memanfaatkan momen itu untuk bangkit, menyamakan keadaan, lalu menutup pertandingan dengan kemenangan yang memastikan mereka melaju ke final.

Como sempat memberi tekanan besar

Pertandingan berjalan dengan keberanian tinggi dari Como. Tim asuhan Fàbregas tidak datang hanya untuk bertahan, melainkan mencoba menekan Inter sejak awal dan membuat tuan rumah berada dalam situasi yang tidak nyaman.

Martin Baturina dan Lucas Da Cunha sempat membawa Como unggul dua gol. Keadaan itu sempat membuat peluang menembus final terlihat terbuka lebar, terutama karena Inter kesulitan menjaga ritme di awal pertandingan.

Namun, keunggulan itu perlahan menguap ketika pertandingan mendekati 20 menit terakhir. Inter mulai menemukan tempo terbaiknya dan memaksa Como bertahan lebih dalam dari sebelumnya.

Inter membalikkan keadaan di momen penting

Saat tekanan meningkat, Hakan Calhanoglu menjadi tokoh penting kebangkitan Inter. Gelandang itu mencetak dua gol yang membuat posisi Como goyah dan skor kembali seimbang.

Petar Sucic kemudian memastikan kebangkitan Inter lewat gol penentu yang sekaligus mengakhiri harapan Como untuk tampil di partai puncak. Dalam waktu singkat, keunggulan yang sudah mereka genggam lenyap begitu saja.

Kondisi itu menjadi pukulan berat bagi Como karena mereka sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat untuk menyingkirkan lawan besar. Tetapi Inter menunjukkan kualitas dan pengalaman yang membuat mereka tetap tenang saat laga berbalik arah.

Fàbregas mengakui jarak dengan tim elite

Usai pertandingan, Fàbregas berbicara terbuka mengenai perbedaan level antara Como dan Inter. Ia menyebut Inter sebagai tim yang tampil di final Liga Champions musim lalu dan memiliki status sebagai pemenang, sehingga wajar jika mereka berada satu langkah di atas Como saat ini.

Pernyataan itu juga menunjukkan cara Fàbregas membaca posisi timnya di peta persaingan Italia. Menurut dia, Como memang mendekati level klub-klub besar, tetapi masih belum cukup kuat dalam detail-detail kecil yang sering menentukan hasil pertandingan.

Fàbregas menyoroti area di sekitar kotak penalti sebagai titik yang masih harus dibenahi. Ia menilai Como perlu lebih tajam ketika menyerang dan lebih rapat saat bertahan, terutama saat menghadapi lawan yang mampu menekan dengan intensitas tinggi.

Kekalahan yang terasa mirip dengan duel sebelumnya

Hasil ini juga terasa seperti pengulangan dari pertemuan sebelumnya. Sekitar 10 hari sebelum semifinal Coppa Italia itu, Como sempat unggul dua gol atas Inter di Serie A, tetapi akhirnya kalah 3-4.

Pola yang sama kembali muncul: Como tampil berani dan efektif di awal, lalu kesulitan mempertahankan kontrol saat lawan menaikkan tempo. Bagi Fàbregas, ini menjadi tanda bahwa timnya masih harus belajar mengelola momen krusial dengan lebih baik.

Meski demikian, ia tidak ingin satu kekalahan menyakitkan ini menjadi ukuran tunggal bagi musim Como. Menurutnya, perkembangan tim tetap terlihat jelas dan perjalanan mereka sejauh ini tidak bisa diabaikan hanya karena gagal melangkah ke final.

Fokus kini bergeser ke Serie A

Di tengah kekecewaan Coppa Italia, posisi Como di Serie A masih memberi alasan untuk tetap optimistis. Klub yang pernah bangkrut pada 2017 itu saat ini berada di peringkat lima dengan koleksi 58 poin dan masih punya peluang besar tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Karena itu, Fàbregas menuntut fokus tim segera kembali ke liga. Como tidak boleh larut terlalu lama dalam kegagalan di Coppa Italia karena masih ada pertandingan penting yang harus dijalani untuk menjaga posisi mereka di papan atas.

Agenda berikutnya adalah laga tandang ke markas Genoa pada pekan ke-34 Serie A. Duel itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu 26 April pukul 20.00 WIB dan akan menjadi ujian penting bagi Como untuk mempertahankan peluang meraih tiket kompetisi Eropa.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button