Portal baru CBSE untuk pengajuan re-evaluasi lembar jawaban tiba-tiba memicu curiga setelah muncul dugaan bahwa situs itu dibuat dengan bantuan AI. Perdebatan tersebut muncul karena sejumlah pengguna melihat pola desain yang mereka anggap tidak biasa dan mirip dengan laman hasil pembuatan alat AI.
Sorotan ini cepat membesar di media sosial karena portal baru hadir saat CBSE sedang berupaya memperbarui sistemnya. Tekanan publik juga meningkat lantaran platform lama sempat dikaitkan dengan masalah keamanan, sehingga setiap perubahan pada layanan baru langsung mendapat pengawasan lebih ketat.
Apa yang membuat pengguna curiga
Perbincangan tentang portal itu banyak berawal dari unggahan di X dan Reddit. Beberapa pengguna menyoroti elemen visual tertentu yang menurut mereka identik dengan situs yang dibangun lewat alat AI.
Salah satu yang paling banyak dibahas adalah penggunaan emoji di beberapa bagian portal. Pengguna X yang menyinggung hal itu menilai unsur tersebut sering muncul dalam teks atau tampilan yang dihasilkan AI.
Di Reddit, perhatian juga tertuju pada skema warna dan latar belakang situs. Seorang pengguna menyebut nuansa warnanya terasa seperti gradien latar yang kerap terlihat pada situs hasil “vibe coding”.
Jejak visual yang ikut memicu perbandingan
Portal baru CBSE juga dianggap masih membawa kesan visual yang mirip dengan portal sebelumnya. Bagi sebagian pengguna, hal itu membuat dugaan terhadap proses pembuatannya tidak berhenti pada tampilan baru saja.
Portal lama sebelumnya memang sudah sempat memunculkan kecurigaan serupa terkait kemungkinan penggunaan AI dalam pembuatannya. Karena itu, kehadiran versi baru langsung dibaca sebagian pengguna sebagai pengulangan pola yang sama.
Ada pula pengguna X yang mencoba memeriksa halaman tersebut dengan alat yang disebut sebagai “vibe code detector”. Hasilnya menunjukkan skor 58 persen dan mengategorikan situs itu sebagai “high probability” atau berprobabilitas tinggi dibuat dengan pendekatan vibe coding.
Meski begitu, hasil pemeriksaan seperti itu belum bisa dijadikan bukti pasti. Penilaian dari detektor AI masih diperdebatkan dan belum cukup untuk memastikan bagaimana sebuah situs benar-benar dikembangkan.
Seorang pengguna Reddit juga mengingatkan bahwa metrik semacam itu tidak valid jika dijadikan satu-satunya acuan. Ia menilai banyak hal lain bisa ikut terdeteksi, sehingga pemeriksaan langsung pada sumber halaman dianggap lebih masuk akal untuk menilai apakah ada pola kode yang terasa mirip buatan AI.
Latar keamanan membuat perhatian makin tajam
Kecurigaan terhadap portal baru tidak muncul dalam ruang hampa. CBSE sebelumnya menyebut telah menutup celah keamanan siber yang diungkap oleh peneliti remaja pada portal lama dan sistem On-screen Marking atau OSM.
Latar itu membuat publik lebih peka terhadap kualitas teknis situs baru. Ketika sebuah layanan pernah disorot karena keamanan, tampilan, struktur, dan detail kecil di portal pengganti lebih mudah menjadi bahan pengamatan.
CBSE sendiri belum memberi penjelasan apakah mereka memakai AI untuk membangun portal re-evaluasi baru itu. Lembaga tersebut juga belum mengonfirmasi dugaan serupa yang sebelumnya diarahkan ke portal lama.
Tren AI coding ikut mendorong spekulasi
Perdebatan soal portal CBSE juga terjadi di tengah meningkatnya penggunaan AI untuk menulis kode. Sejumlah perusahaan besar seperti Amazon dan Meta sebelumnya dilaporkan mendorong pemanfaatan AI yang lebih luas dalam pengembangan perangkat lunak.
Anthropic juga disebut mengklaim bahwa AI kini menulis sebagian besar kode di perusahaannya. Kondisi ini membuat penggunaan alat AI untuk membangun situs atau aplikasi bukan lagi hal yang mengejutkan.
Namun, dalam kasus portal CBSE, belum ada konfirmasi independen yang memastikan apakah situs itu dibuat dengan Claude Code, Codex, atau alat AI lain. Dugaan yang beredar sejauh ini masih bertumpu pada kemiripan tampilan, pengamatan pengguna, dan hasil alat deteksi yang belum konklusif.
Dengan riwayat keamanan yang sensitif dan munculnya spekulasi soal desain, portal baru CBSE tampaknya masih akan terus diperhatikan. Pemerhati teknologi, termasuk peneliti muda dan peretas profesional, berpeluang terus menguji situs itu untuk mencari celah sekaligus menelusuri apakah ada jejak kuat penggunaan AI dalam pembuatannya.
Source: www.indiatoday.in




