Kedatangan suporter Persija Jakarta atau The Jakmania di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, mendapat pengawasan ketat dari aparat kepolisian. Pemantauan dilakukan untuk menjaga suasana tetap tertib saat arus penumpang dan pergerakan suporter meningkat menjelang laga PSIM Yogyakarta kontra Persija Jakarta.
Personel Polsek Danurejan bersama Polresta Yogyakarta turun langsung ke lokasi dan memusatkan perhatian pada area kedatangan penumpang. Pengawasan dipimpin oleh AKP Annas Ma’ruf Zamroni, S.H., M.A.P., dengan fokus utama memastikan aktivitas suporter tidak memicu gangguan keamanan maupun kerumunan yang berlebihan.
Arus kedatangan suporter terpantau berlapis
Dalam pemantauan di lapangan, petugas mencatat kedatangan rombongan The Jakmania melalui kereta api dalam jumlah yang cukup menonjol. Pada pukul 15.51 WIB, sebanyak 17 suporter tiba dengan KA Gajahwong.
Tidak lama berselang, KA Bengawan datang pada pukul 17.10 WIB dan membawa sekitar 267 suporter. Kedatangan yang berdekatan ini menjadi salah satu perhatian utama aparat karena berpotensi menimbulkan kepadatan di area stasiun.
Meski jumlah suporter terus bertambah, situasi di Stasiun Lempuyangan tetap dilaporkan aman, tertib, dan lancar. Petugas terus bergerak di titik-titik kedatangan untuk memastikan arus turun penumpang berlangsung terkendali.
Perjalanan tetap berlanjut meski lokasi laga berubah
Kedatangan suporter Persija Jakarta ke Yogyakarta juga tidak terlepas dari perubahan lokasi pertandingan. Semula, laga dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul, sebelum kemudian dialihkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Perubahan venue tersebut tidak langsung menghentikan keberangkatan sebagian suporter. Mereka disebut sudah terlanjur memiliki tiket perjalanan, sehingga tetap datang ke Yogyakarta sesuai rencana awal.
Situasi itu membuat pengawasan di titik transportasi menjadi penting. Mobilitas suporter bisa terjadi di berbagai lokasi, tidak hanya di stasiun, tetapi juga di area lain yang berpotensi menjadi pusat keramaian.
Penginapan tersebar di sejumlah titik DIY
Setelah tiba di Yogyakarta, para suporter disebut berencana bermalam di beberapa tempat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pilihannya meliputi hotel, rumah kerabat, dan kediaman rekan sesama suporter.
Penyebaran lokasi menginap ini ikut menjadi perhatian aparat karena berkaitan dengan pergerakan massa setelah tiba di kota. Pendataan dan pengawasan diperlukan agar arus perpindahan suporter tetap terpantau dan tidak menumpuk di satu titik.
Di tengah proses pengamanan tersebut, tampak pula momen kedatangan yang berlangsung cukup cair. Beberapa suporter dari Jakarta dijemput langsung oleh suporter PSIM Yogyakarta, meskipun pengawasan kepolisian tetap berjalan ketat.
Belum ada rencana nobar besar di Danurejan
Hingga pemantauan dilakukan, belum muncul informasi mengenai rencana nonton bareng dalam skala besar dari kelompok suporter tersebut di wilayah Danurejan. Kendati begitu, kehadiran aparat tetap difokuskan pada area stasiun dan titik keramaian lain yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas situasi saat arus suporter masih berlangsung. Pengamanan juga disiapkan tidak hanya untuk kedatangan awal, tetapi juga untuk kemungkinan mobilitas lanjutan di sekitar kawasan tersebut.
Dengan pemantauan yang terus berjalan, kedatangan The Jakmania di Stasiun Lempuyangan hingga akhir pengawasan terpantau tertib dan kondusif. Polisi memastikan langkah serupa tetap dilakukan selama pergerakan suporter masih berlangsung di wilayah Yogyakarta.
Source: jogja.polri.go.id




