Kolesterol Tinggi Usai Makan Daging Kurban Sering Tak Disadari, Ini 10 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Kolesterol tinggi tidak selalu datang dengan keluhan yang mudah dikenali. Setelah santap daging kurban, banyak orang merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal penumpukan lemak dalam darah bisa berkembang tanpa gejala yang jelas di awal.

Kondisi ini perlu lebih diwaspadai karena kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Risiko itu ikut naik ketika konsumsi daging merah berlebihan tidak diimbangi sayur, buah, dan aktivitas fisik yang cukup.

Daging sapi dan kambing memang menjadi hidangan yang umum saat Iduladha karena kandungan proteinnya. Namun, daging merah juga membawa lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi, terutama jika porsinya tidak dijaga.

Masalahnya semakin besar saat daging diolah dengan santan atau digoreng. Pola seperti ini dapat membuat asupan lemak makin tinggi dan memudahkan lemak menumpuk di pembuluh darah.

Tanda yang sering muncul tanpa disadari

Gejala kolesterol tinggi kerap samar, tetapi beberapa tanda bisa menjadi peringatan lebih awal. Salah satunya benjolan kuning pada kulit atau tendon, yang dikenal sebagai xanthomas.

Benjolan ini biasanya tampak di siku, lutut, atau punggung tangan. Keberadaannya berkaitan dengan penumpukan kolesterol di jaringan tubuh.

Tanda lain adalah lingkaran putih atau abu-abu di sekitar kornea mata, atau corneal arcus. Pada usia lanjut, kondisi ini bisa saja berkaitan dengan penuaan, tetapi pada usia muda perlu lebih dicermati.

Nyeri dada saat beraktivitas juga patut diwaspadai. Keluhan ini dapat muncul ketika aliran darah dan oksigen ke jantung terganggu akibat sumbatan arteri.

Tubuh yang mudah lelah tanpa sebab jelas juga dapat menjadi sinyal. Saat pembuluh menyempit, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Sesak napas, baik saat bergerak maupun saat beristirahat, tidak boleh dianggap ringan. Kondisi ini dapat mengarah pada gangguan jantung yang berhubungan dengan kadar kolesterol tinggi.

Mual yang muncul bersama nyeri dada atau sesak napas juga perlu diperhatikan. Dalam keadaan seperti itu, mual dapat terkait gangguan jantung dan tidak sebaiknya diabaikan.

Pemeriksaan yang tidak boleh ditunda

Hasil tes darah tetap menjadi cara paling akurat untuk mengetahui kadar kolesterol. Pemeriksaan ini penting karena gejala fisik sering tidak cukup jelas pada fase awal.

Riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau gangguan kolesterol juga meningkatkan risiko. Faktor genetik ikut memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami kolesterol tinggi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga kerap berjalan beriringan dengan gangguan kolesterol. Dua kondisi ini sama-sama dapat menaikkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Diabetes perlu diperhatikan karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan ikut meningkatkan kadar LDL. Kombinasi ini membuat risiko komplikasi kardiovaskular semakin besar.

WHO menyebut lebih dari 39% orang dewasa di dunia mengalami gangguan kolesterol. Pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik menjadi dua pemicu utamanya.

Cara menekan risikonya setelah perayaan

Saat daging kurban tersedia dalam jumlah banyak, pengaturan porsi menjadi langkah utama. Konsumsi daging merah perlu dikurangi dan diimbangi dengan buah, sayur, serta biji-bijian utuh.

Aktivitas fisik juga memegang peran penting untuk membantu menaikkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat. Rekomendasinya adalah olahraga minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, berenang, atau bersepeda.

Menjaga berat badan ideal dapat membantu memperbaiki profil kolesterol dan mendukung kesehatan jantung. Berhenti merokok juga memberi manfaat karena dapat meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Jika perubahan gaya hidup belum cukup, dokter dapat meresepkan obat seperti statin. Pemeriksaan rutin tetap diperlukan agar kadar kolesterol terpantau dan penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Pada masa perayaan, kendali porsi daging kurban menjadi penting agar kenikmatan makan tidak berubah menjadi risiko kesehatan. Bila nyeri dada, sesak napas, atau kelelahan muncul berulang, pemeriksaan lebih cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button