Lampung Ambil Langkah Keras Hadapi Begal, Kapolda Sebut Curanmor Dipakai Beli Narkoba

Langkah keras diambil Polda Lampung setelah maraknya begal, curanmor, dan curat terus mengganggu rasa aman warga. Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf memerintahkan jajarannya untuk menembak di tempat para pelaku pembegalan yang nekat beraksi di wilayah Lampung.

Instruksi itu disampaikan langsung di Mapolda Lampung dan disebut sebagai tindakan tegas serta terukur. Helfi menilai situasi keamanan sudah berada pada titik yang tidak bisa ditoleransi lagi karena aksi para pelaku terus meresahkan masyarakat.

Sikap keras tersebut tidak lepas dari pola kejahatan yang dinilai makin mengkhawatirkan. Helfi menyebut banyak kendaraan hasil curian tidak lagi sekadar dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan dijual atau dimanfaatkan untuk membeli narkoba.

Menurut Helfi, para pelaku kini tidak bergerak karena “masalah perut”. Ia menilai kejahatan jalanan telah berubah menjadi cara mencari keuntungan yang kemudian dipakai untuk membeli narkoba.

Perubahan pendekatan itu membuat polisi di Lampung menekankan penindakan cepat terhadap pelaku kejahatan jalanan. Di sisi lain, Polda Lampung juga menyoroti kasus penembakan terhadap Bripka Arya Supena saat upaya menggagalkan aksi pencurian dan pemberatan di sebuah toko di Bandar Lampung.

Dalam kejadian itu, dua pelaku disebut menembak anggota Polri tersebut ketika petugas berusaha menghentikan aksi mereka. Polda Lampung kemudian menangkap dua terduga pelaku, yakni HAM dan RON, di lokasi yang berbeda.

HAM diamankan di Lampung Timur, sedangkan RON ditangkap di Pesawaran. Helfi menjelaskan HAM melakukan perlawanan aktif saat ditangkap tim gabungan Polda Lampung sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur.

Hal serupa terjadi pada RON yang juga disebut melawan menggunakan senjata api rakitan. Dalam situasi itu, petugas kembali mengeluarkan tindakan tegas dan terukur, dan RON dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Helfi menyebut kedua pelaku merupakan tersangka curat yang menyebabkan Bripka Arya Supena wafat saat berusaha menggagalkan aksi mereka. Ia juga memaparkan peran masing-masing pelaku dalam kasus tersebut.

HAM disebut berperan menyiapkan kendaraan, sementara RON menjadi eksekutor yang turun langsung membobol kunci motor korban. Sebelum beraksi, keduanya disebut berkeliling Kota Bandar Lampung untuk mencari target kendaraan bermotor.

Setelah sasaran ditentukan, RON turun dari motor dan mulai membobol lubang kunci kendaraan. Saat kejadian, Bripka Arya Supena berada di lokasi dan menegur RON dengan mengacungkan senjata api untuk mengamankan pelaku.

Pergulatan terjadi ketika RON berupaya melepaskan diri. Dalam situasi itu, senjata api milik Bripka Arya berhasil diambil pelaku, lalu ditembakkan ke kepala anggota Polri tersebut.

Setelah kejadian, keduanya melarikan diri menuju rumah HAM. Polisi menyebut senjata api milik Bripka Anumerta kemudian dikubur, sementara RON kabur ke Pesawaran.

Di tengah penindakan itu, Kapolda Lampung juga meminta warga ikut waspada terhadap curanmor. Ia menilai pencegahan dari masyarakat penting agar ruang gerak pelaku semakin sempit.

Warga diminta memasang kunci ganda pada kendaraan, memutar kunci setang ke arah kanan, dan memarkir kendaraan di lokasi yang ramai serta terpantau kamera pengawas. Langkah sederhana itu disebut dapat membantu mengurangi peluang pelaku menjalankan aksinya di Lampung.

Exit mobile version