Laptop Rp7 Jutaan Ini Bawa Intel Core Ultra, ADVAN Tawarkan Paket AI yang Jarang Ada

ADVAN Workmate Ultra muncul sebagai salah satu laptop murah yang paling menarik perhatian di pasar Indonesia karena berani membawa Intel Core Ultra 5 115U ke kelas harga sekitar Rp7 jutaan. Kehadiran prosesor ini langsung membuat perangkat tersebut tampak berbeda dari banyak laptop lain di segmen yang sama, yang umumnya masih mengandalkan prosesor kelas menengah tanpa dukungan fitur AI bawaan.

Langkah ADVAN ini terasa lebih menonjol karena Workmate Ultra tidak hanya menjual nama prosesor. Perangkat ini juga membawa tombol khusus Copilot di bodinya, sehingga akses ke layanan AI di Windows dibuat lebih praktis untuk penggunaan harian.

Nilai jual utama ada pada dukungan AI

Intel Core Ultra 5 115U menjadi pusat perhatian karena chip ini sudah dilengkapi NPU atau Neural Processing Unit. Komponen tersebut dipakai untuk mendukung fitur AI di Windows dan menjadi pembeda penting di harga yang masih terjangkau.

Di kelas Rp7 jutaan, kombinasi seperti ini belum terlalu umum ditemukan. Karena itu, Workmate Ultra punya daya tarik tersendiri bagi calon pembeli yang ingin laptop produktivitas dengan sentuhan AI tanpa harus masuk ke kelas harga yang lebih tinggi.

Ditujukan untuk kerja harian, bukan beban berat

Meski membawa identitas baru lewat chip AI, Workmate Ultra tetap diarahkan ke kebutuhan produktivitas ringan. Intel Graphics yang dipakai sebagai grafis terintegrasi menunjukkan bahwa laptop ini memang lebih cocok untuk pekerjaan sehari-hari ketimbang aktivitas grafis berat.

Skenario penggunaan yang paling pas mencakup mengetik, presentasi, rapat daring, bekerja dengan spreadsheet, dan multitasking dasar. Dengan karakter seperti itu, Workmate Ultra lebih relevan untuk mahasiswa, pekerja kantoran, dan pengguna yang sering berpindah tempat kerja.

Bodi tipis dan ringan untuk mobilitas

ADVAN merancang Workmate Ultra dengan bodi tipis sekitar 19,3 mm. Bobotnya disebut kurang dari 1,5 kilogram, sehingga masih nyaman dibawa di dalam tas untuk aktivitas kampus maupun kantor.

Ukuran seperti ini biasanya dicari pengguna yang sering bekerja secara fleksibel. Laptop yang ringan akan lebih mudah dipakai saat berpindah lokasi, baik untuk rapat, kuliah, maupun aktivitas kerja di luar ruangan.

Layar 14 inci dengan format lebih lega

Bagian layar juga menjadi salah satu nilai tambah. Workmate Ultra memakai panel IPS 14 inci dengan resolusi Full HD 1920 x 1200 piksel dan rasio 16:10.

Format tersebut memberi ruang vertikal lebih besar dibanding layar yang lebih umum. Untuk pekerjaan dokumen, membaca halaman web, atau membuka banyak jendela sekaligus, tampilan seperti ini membantu pengguna melihat lebih banyak isi tanpa terlalu sering menggulir layar.

Spesifikasi yang masih bisa dikembangkan

Di sisi memori, laptop ini dibekali RAM 8 GB DDR5 5600 MHz model SODIMM. Menariknya, masih ada slot tambahan yang memungkinkan peningkatan hingga dual channel 16 GB.

Penyimpanan internalnya menggunakan SSD NVMe 256 GB dengan kecepatan baca sekitar 3.300 MB/s. Kombinasi ini mendukung proses booting, membuka aplikasi, dan memindahkan file agar terasa lebih cepat dibanding penyimpanan konvensional.

Port cukup lengkap untuk kelasnya

Untuk konektivitas fisik, Workmate Ultra membawa susunan port yang tergolong lengkap di kelasnya. Pengguna mendapat USB Type-C untuk pengisian daya, USB 3.2, HDMI, USB Type-C full function dengan power delivery dan display out, microSD card reader, audio jack 3,5 mm, serta port USB tambahan.

Laptop ini juga sudah mendukung Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.2. Dukungan tersebut penting agar koneksi internet tetap stabil dan penggunaan perangkat nirkabel bisa berjalan lancar dalam aktivitas kerja harian.

Siap untuk rapat daring dan kebutuhan dasar lainnya

ADVAN turut menempatkan webcam HD 720p yang dilengkapi penutup privasi. Ada pula dual speaker yang disiapkan untuk rapat online maupun hiburan ringan.

Sektor daya memakai baterai 45,6 Wh yang dipasangkan dengan adaptor USB Type-C 45 watt. Dalam pengujian ringan, menonton YouTube selama satu jam disebut mengurangi daya sekitar 16 persen, sementara pengisian dari kosong ke penuh dikabarkan memerlukan sekitar dua jam. Perangkat ini dijual di kisaran Rp7.999.000, sehingga posisinya cukup jelas sebagai laptop produktivitas dengan kombinasi Intel Core Ultra, dukungan AI, layar 16:10, RAM yang masih bisa ditingkatkan, dan bodi yang tetap ringan untuk dibawa ke mana saja.

Source: yoursay.suara.com

Baca Juga

Back to top button