Dorongan perusahaan untuk mempercepat adopsi AI membuat kebutuhan modernisasi sistem ikut naik. Di saat yang sama, banyak organisasi masih harus menjaga infrastruktur lama tetap stabil sambil menyiapkan fondasi teknologi yang lebih siap untuk inovasi.
Situasi itu menjadi alasan Thoughtworks dan Nusantara Beta Studio atau NBS membangun kemitraan strategis. Keduanya ingin membantu perusahaan menata ulang sistem agar transformasi digital bisa berjalan berkelanjutan tanpa mengorbankan tata kelola dan keamanan.
Modernisasi yang tidak berhenti di penggantian sistem
Fokus kerja sama ini bukan sekadar memindahkan teknologi lama ke bentuk baru. Thoughtworks dan NBS menempatkan modernisasi sistem perusahaan, arsitektur yang siap AI, serta transformasi digital berkelanjutan sebagai tiga pilar utama.
Pendekatan tersebut dirancang agar perusahaan dapat menghadapi kebutuhan bisnis dan kompleksitas teknologi dengan perlindungan yang lebih terukur. Dengan begitu, modernisasi tidak dipandang sebagai proyek sekali jalan, melainkan sebagai fondasi untuk inovasi jangka panjang.
Thoughtworks dikenal sebagai konsultan teknologi global yang menggabungkan strategi, desain, rekayasa, dan AI untuk mendorong inovasi digital. NBS hadir dengan pemahaman atas lanskap teknologi, regulasi, dan kebutuhan perusahaan di Indonesia.
Legacy diposisikan sebagai aset strategis
Managing Director Thoughtworks, Jakob Webster, menilai banyak pemimpin perusahaan ingin cepat mengadopsi teknologi baru. Namun, langkah itu tidak selalu dibarengi perencanaan strategis yang matang.
Ia juga menyoroti bahwa sistem warisan dan regulasi perusahaan kerap dianggap sebagai penghambat dalam transformasi skala besar. Menurutnya, pandangan tersebut perlu diubah karena infrastruktur lama justru bisa menjadi penggerak baru jika ditransformasikan dengan tepat.
Jakob menegaskan bahwa tata kelola dan infrastruktur legacy harus diubah menjadi mesin penggerak strategis. Dengan fondasi seperti itu, perusahaan dapat mengintegrasikan teknologi seperti AI secara berkelanjutan dan dalam skala besar.
Konteks lokal jadi kunci pendekatan NBS
Bagi NBS, transformasi digital perlu dibaca sesuai kebutuhan industri di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan platform digital perusahaan dan modernisasi teknologi yang selaras dengan regulasi serta dinamika bisnis lokal.
CEO & Founder NBS, Taufan Arfianto, mengatakan pihaknya ingin mendampingi organisasi di Indonesia agar bisa berinovasi secara strategis. Ia menekankan pentingnya diskusi seputar modernisasi sistem legacy, pengelolaan tren AI secara terukur, serta keseimbangan antara inovasi dan governance.
Taufan menilai pendekatan itu dibutuhkan agar para pemimpin perusahaan dapat menavigasi transformasi bisnis dengan lebih matang. Ia juga menyoroti perlunya membangun organisasi yang lebih terpercaya dan berkelanjutan.
Forum tertutup untuk membahas blueprint transformasi
Sebagai bagian dari sinergi tersebut, Thoughtworks dan NBS akan menggelar forum diskusi eksklusif bertajuk Navigating Complexity and Building Trusted Organisations. Forum tertutup itu dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 di The Langham Hotel, Jakarta.
Acara ini akan menghadirkan empat panelis utama, dimulai dengan Ilham Akbar Habibie dari Dewan TIK Nasional. Ia akan membahas pentingnya aspek kepercayaan secara struktural bagi pertumbuhan digital Indonesia.
Diskusi berikutnya akan menghadirkan Bayu Hanantasena dari Indosat Group, Karim Siregar dari PT BFI Finance Indonesia, Omar Bashir dari Thoughtworks APAC, dan Sidiq Permana dari NBS. Sekitar 40 pemimpin teknologi perusahaan Indonesia, termasuk CIO, CTO, VP Engineering, dan pemimpin transformasi digital, juga akan hadir.
Dalam forum tersebut, para peserta akan membahas strategi modernisasi sistem legacy, implementasi AI perusahaan, dan tata kelola teknologi yang aman. Seluruh pembahasan diarahkan pada kebutuhan membangun arsitektur yang siap AI tanpa harus melakukan perombakan total yang berisiko tinggi.
Kehadiran forum ini memperlihatkan bahwa adopsi AI di dunia bisnis tidak hanya soal kecepatan. Yang sama pentingnya adalah memastikan tata kelola tetap kuat dan modernisasi berjalan dengan aman sesuai kebutuhan perusahaan di Indonesia.
Source: teknologi.bisnis.com




