Perebutan kursi di jalur mandiri Universitas Gadjah Mada tahun ini berjalan sangat rapat. Dari 44.972 peserta UM UGM CBT 2026, hanya 3.729 kursi yang tersedia untuk program sarjana dan sarjana terapan.
Rasio itu membuat persaingan terasa padat sejak awal. Secara rata-rata, lebih dari 13 peserta harus bersaing untuk satu kursi di UGM.
Pilihan peserta juga memperlihatkan pusat minat yang kuat di dua kota pelaksanaan ujian. Sebanyak 40.190 peserta memilih lokasi di Yogyakarta, sementara 4.782 peserta lainnya mengikuti ujian di Jakarta.
UGM menempatkan pengawasan sebagai salah satu fokus utama dalam seleksi tahun ini. Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan bahwa sistem dan pengawasan terus disempurnakan untuk menjaga integritas ujian.
Ia menegaskan bahwa potensi kecurangan perlu diantisipasi sejak awal, terutama dengan berkembangnya teknologi. Karena itu, pemeriksaan ketat dilakukan sebelum peserta masuk ruang ujian, termasuk pengaturan barang bawaan.
Langkah tersebut ditujukan agar proses seleksi tetap adil dan kredibel. Panitia juga menata prosedur pemeriksaan supaya setiap tahap ujian berlangsung tertib.
Di sisi lain, Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dGandes Retno Rahayu, menjelaskan bahwa UM UGM CBT tahun ini mencakup 93 program studi. Meski peminatnya besar, kuota tetap disesuaikan dengan daya tampung yang telah ditetapkan.
Kondisi itu membuat sejumlah program studi kembali menjadi titik persaingan paling padat. Kedokteran, Manajemen, dan Hukum tercatat sebagai pilihan yang paling banyak diminati.
Minat terhadap Kedokteran Gigi dan Hukum juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, rumpun kesehatan dan sosial masih mendominasi pilihan peserta dalam seleksi mandiri UGM.
UGM juga memberi perhatian khusus kepada peserta disabilitas netra. Mereka ditempatkan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis atau FEB agar akses lebih mudah dan layanan lebih terarah.
Panitia menyediakan komputer dengan aplikasi pembaca layar untuk membantu peserta selama ujian. Selain itu, pendamping khusus disiapkan untuk menjelaskan soal yang mengandung unsur visual.
Kepala Unit Layanan Disabilitas UGM, Wuri Handayani, Ph.D., mengatakan pendampingan itu diberikan agar peserta disabilitas memperoleh akses yang setara. Fasilitas tersebut membantu mereka mengerjakan soal berbasis teks maupun ilustrasi visual dengan lebih nyaman.
Pelaksanaan UM UGM CBT 2026 menunjukkan bahwa seleksi mandiri di UGM bukan hanya soal tingginya minat pendaftar. Kampus juga menempatkan pengawasan, ketertiban, dan aksesibilitas sebagai bagian penting dari proses menuju calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Source: mediaindonesia.com




