Pergantian di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memperkuat mesin pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, pucuk pimpinan lembaga itu kini resmi berganti.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan tersebut di Istana Negara, Jakarta. Dalam pengumuman yang sama, hadir Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari.
Penyegaran di jajaran pimpinan BGN
Posisi Kepala BGN yang sebelumnya dijabat Dadan Hindayana kini diisi Nanik S. Deyang. Perubahan tidak berhenti di level kepala lembaga, karena dua wakil kepala BGN juga ikut diganti.
Prabowo menetapkan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala BGN yang baru. Sebelumnya, posisi itu diisi Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Evaluasi kinerja jadi dasar keputusan
Prasetyo menjelaskan bahwa pergantian ini lahir dari penilaian atas kinerja BGN dalam mendukung program prioritas pemerintah. BGN dipandang memegang peran strategis dalam agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Karena itu, lembaga tersebut dinilai perlu memiliki tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, dan kepemimpinan yang mampu memastikan program berjalan tepat sasaran serta akuntabel. Prabowo juga menerima berbagai masukan sebelum keputusan perubahan pimpinan diambil.
Masukan datang dari banyak pihak
Masukan yang diterima presiden berasal dari kementerian dan lembaga terkait, masyarakat, serta para penerima manfaat MBG. Seluruh masukan itu disebut menjadi bahan evaluasi sebelum susunan pimpinan baru ditetapkan.
MBG sendiri mulai bergulir sejak awal 2025 dan menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Dalam konteks itu, perubahan kepemimpinan di BGN diposisikan sebagai langkah untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.
Arah kerja tetap dijaga
Pemerintah berharap jajaran baru BGN segera melakukan konsolidasi internal agar organisasi bekerja lebih solid. Koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah juga diharapkan semakin kuat.
Prasetyo menegaskan bahwa pergantian ini ditujukan agar pelaksanaan program prioritas bisa dipercepat dan manfaatnya lebih terasa di masyarakat. Fokus utamanya tetap pada peningkatan gizi, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prasetyo juga memastikan perubahan pimpinan tidak akan mengganggu jalannya program BGN, terutama MBG. Dengan komposisi baru, pemerintah ingin pelaksanaan program berlangsung lebih baik tanpa mengubah arah kebijakan yang sudah berjalan.
Source: www.medcom.id




