Li Auto Tekan Kerugian Dengan Andalkan L8 Lima Kursi Baru, Di Tengah Penjualan Yang Melemah

Li Auto sedang mencoba membalik tekanan pasar lewat perubahan produk yang cukup agresif. Setelah pengiriman Mei turun 18,37% secara tahunan menjadi 33.350 unit, perusahaan kini menempatkan SUV flagship lima kursi yang segera meluncur sebagai tumpuan baru.

Langkah itu muncul saat persaingan domestik makin ketat dan kinerja sepanjang tahun belum mampu kembali ke jalur lama. Selama lima bulan pertama tahun ini, total pengiriman Li Auto mencapai 162.577 unit, atau turun 3,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dorongan dari lini listrik murni

Di tengah pelemahan itu, Li Auto masih mendapat penyangga dari model listrik murni. Li i6 pure electric SUV mencatat pengiriman bulanan di atas 20.000 unit selama tiga bulan berturut-turut sejak Maret, menurut perusahaan.

Pencapaian tersebut penting karena Li Auto sedang memperluas pijakan di segmen kendaraan listrik murni. Pada saat yang sama, hasil itu membantu menyeimbangkan tekanan yang lebih besar pada lini range-extended milik perusahaan.

Basis bisnis Li Auto tetap besar, meski pertumbuhan jangka pendeknya melambat. Hingga 31 Mei, pengiriman kumulatif perusahaan sudah mencapai 1.702.792 kendaraan.

Pembaruan besar pada keluarga L-series

Fokus utama Li Auto kini bergeser ke pembaruan besar pada keluarga L-series. Pada Mei, perusahaan resmi meluncurkan sekaligus mulai mengirimkan Li L9 versi terbaru sebagai pembuka siklus pembaruan untuk SUV range-extended andalannya.

Respons awal pasar terhadap model itu terlihat positif. Varian high-end Livis dari all-new Li L9 mencatat lebih dari 10.000 pesanan pasti dalam dua minggu pertama setelah peluncuran.

Setelah Li L9, perhatian berikutnya beralih ke Li L8. Model baru ini dijadwalkan meluncur resmi pada akhir Juni dengan perubahan besar pada posisi produk dan konfigurasi kabin.

Li L8 beralih ke lima kursi

Perubahan paling penting pada all-new Li L8 adalah perpindahan dari layout enam kursi menjadi lima kursi. Langkah ini diarahkan ke pasar premium lima kursi sekaligus untuk mencegah kanibalisasi internal dengan Li L9 yang juga memakai layout enam kursi.

Li Auto juga menyiapkan SUV baru ini dengan ukuran yang lebih besar dan paket baterai berkapasitas lebih tinggi. Peningkatan itu ditujukan untuk memberi ruang belakang yang lebih optimal bagi tata letak lima kursi, sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang dan daya tarik di segmen premium.

Sebelum model baru resmi hadir, perusahaan juga akan menggelar acara teknologi khusus pada Juni. Agenda itu akan menampilkan perkembangan terbaru di bidang interaksi dalam kabin, foundation models, assisted driving, dan chip buatan sendiri.

Tekanan laba dan panduan yang hati-hati

Dorongan produk tersebut datang di tengah kondisi keuangan yang tidak ringan. Pada kuartal pertama, Li Auto mencatat rugi bersih 2,3 miliar yuan, atau sekitar $340 juta, dan mengakhiri tren profitabilitas sebelumnya.

Pelemahan laba itu terutama dipicu perang harga yang tajam di pasar. Margin kotor Li Auto pada kuartal pertama turun ke 7,9% dari 20,5% setahun sebelumnya, yang mencerminkan penurunan harga jual rata-rata.

Untuk kuartal kedua, perusahaan juga memberi panduan yang cukup konservatif. Li Auto memperkirakan pengiriman kendaraan berada di kisaran 95.000 hingga 100.000 unit, di bawah panduan sejumlah rival lokal seperti Nio dan Xpeng.

Ekspansi di luar pasar domestik

Di luar China, Li Auto mulai mempercepat langkah ekspansinya. Perusahaan berencana membawa Li i6 pure electric SUV ke pasar Eropa pada paruh kedua tahun ini.

Untuk pasar kendaraan setir kanan, versi setir kanan dari Li Mega akan diluncurkan di Hong Kong dan Singapura pada akhir tahun. Sementara itu, versi internasional eksklusif dari all-new Li L9 dijadwalkan masuk ke pasar seperti Timur Tengah dan Asia Tengah pada kuartal ketiga.

Di dalam negeri, Li Auto tetap memperkuat jaringan layanan dan pengisian daya. Hingga akhir Mei, perusahaan mengoperasikan 498 toko ritel dan 4.088 stasiun super charging di China.

Source: cnevpost.com

Baca Juga

Back to top button