Di Sota, layanan keuangan kini hadir lebih dekat bagi warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Merauke untuk urusan transaksi harian. Kehadiran BRILink Agen membuat setor tunai, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran kebutuhan sehari-hari bisa dilakukan tanpa beban jarak sekitar 100 kilometer ke pusat kota.
Bagi masyarakat di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini, akses seperti ini punya arti besar. Layanan yang cepat, terjangkau, dan mudah dijangkau menjadi kebutuhan nyata karena transaksi sederhana sebelumnya sering memakan waktu dan biaya perjalanan yang tidak sedikit.
Dorongan untuk membuka BRILink Agen di Sota datang dari John Al Bugis, warga setempat yang juga nasabah pinjaman BRI. Ia melihat langsung bagaimana kebutuhan keuangan dasar kerap berbenturan dengan jarak dan kondisi wilayah perbatasan.
Pada 2021, John memutuskan membuka BRILink Agen agar warga sekitar bisa mengakses layanan perbankan tanpa harus pergi jauh ke kota. Langkah itu lahir dari pengalaman sehari-hari masyarakat yang selama ini harus mengeluarkan tenaga dan biaya besar hanya untuk urusan transaksi yang sederhana.
Layanan yang lebih dekat dengan kehidupan warga
Kehadiran agen ini membuat aktivitas ekonomi warga tetap berjalan dengan lebih ringan. Warga tidak lagi harus menjadikan perjalanan ke Merauke sebagai syarat untuk mengurus transaksi dasar.
Manfaatnya juga dirasakan oleh banyak kalangan di sekitar Sota. Pelaku usaha lokal, pekerja sektor layanan, hingga petugas yang bertugas di perbatasan ikut terbantu karena akses transaksi menjadi lebih praktis.
John menilai dampak layanan ini tidak berhenti pada urusan keuangan semata. Keberadaan BRILink Agen juga membantu roda ekonomi di lingkungan tempat ia tinggal tetap bergerak tanpa tambahan beban perjalanan yang jauh.
Kepercayaan warga jadi kunci
Dalam menjalankan usahanya, John menempatkan pelayanan yang lancar dan biaya yang terjangkau sebagai prioritas. Ia berupaya menjaga agar warga tetap memilih BRILink Agen sebagai tempat transaksi yang mudah dijangkau di tengah banyaknya pilihan layanan keagenan.
Menurutnya, kepercayaan warga menjadi faktor utama dalam layanan semacam ini. Karena itu, ia menjaga biaya layanan tetap bersaing sambil memastikan transaksi berjalan baik bagi masyarakat sekitar.
Dukungan dari BRI juga ikut membantu pengembangan usaha tersebut. Pendampingan dan edukasi dari petugas BRILink membuat peran agen tidak hanya sebatas melayani transaksi, tetapi juga ikut mendorong aktivitas ekonomi lokal di wilayah perbatasan.
Dampak sampai ke keluarga dan lingkungan
Selama menjalankan BRILink Agen, John melihat perubahan nyata di lingkungannya. Ia menilai keberadaan layanan keuangan yang dekat dengan permukiman membuat warga tidak perlu lagi keluar jauh hanya untuk urusan dasar.
Usaha ini juga memberi pengaruh bagi keluarganya. Pada saat yang sama, John merasa bisa ikut berkontribusi lebih luas terhadap perekonomian warga Sota melalui layanan perbankan yang hadir hingga wilayah terdepan.
BRI memandang keberadaan BRILink Agen di perbatasan sebagai bagian dari komitmen memperluas inklusi keuangan hingga pelosok negeri. Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyebut layanan ini tidak hanya mempermudah transaksi harian, tetapi juga membantu menjaga aktivitas ekonomi lokal tetap bergerak.
Di tingkat nasional, jaringan BRILink terus meluas. Pada akhir Maret 2026, jumlah BRILink Agen disebut telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia.
Dalam Triwulan I 2026, BRILink Agen juga mencatat volume transaksi Rp420 triliun. Aktivitas itu memberi kontribusi terhadap fee based income BRI sebesar Rp459 miliar dan menunjukkan besarnya peran jaringan kemitraan ini dalam layanan keuangan desa.
Di Sota, manfaat jaringan besar itu terasa dalam bentuk yang sangat langsung. Warga kini punya akses transaksi yang lebih dekat, sehingga kebutuhan harian bisa dipenuhi tanpa harus bergantung penuh pada perjalanan ke kota.





