Di Aquatic Stadium Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ajang Indonesia Short Course Emerging Series 2026 menjadi ruang penting bagi pembinaan renang nasional. Sekitar 750 atlet muda turun untuk unjuk kemampuan dalam kompetisi yang memang disiapkan sebagai arena lahirnya generasi baru perenang Indonesia.
Kejuaraan yang berlangsung pada 4 hingga 6 Juni 2026 ini tidak hanya menambah kalender pertandingan, tetapi juga memberi panggung yang lebih terukur bagi atlet muda dari berbagai klub di Indonesia. Dengan format yang rapi, para peserta mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan, membangun mental bertanding, dan mempercepat proses naik level.
Panggung untuk regenerasi
Federasi Akuatik Indonesia menempatkan ajang ini sebagai bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat kualitas atlet muda. Bagi federasi, kompetisi semacam ini tidak berhenti pada hasil akhir di kolam, melainkan ikut membentuk fondasi prestasi dalam jangka panjang.
Ketua Panitia Indonesia Short Course Emerging Series 2026, Wisnu Wardhana, menyebut kejuaraan ini dirancang untuk mendukung strategi pembinaan atlet. Ia menilai perenang Indonesia perlu dipersiapkan agar lebih siap menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Lomba dibagi per usia
Para peserta turun dalam 26 nomor lomba yang mencakup nomor individu dan estafet. Seluruh perlombaan dibagi ke dalam empat kelompok umur agar persaingan berlangsung sesuai tahap perkembangan atlet.
Skema itu membantu pembinaan karena setiap perenang bertemu lawan yang setara secara usia dan kategori. Situasi tersebut membuat pengalaman tanding yang didapat lebih relevan untuk perkembangan teknik dan mental mereka.
FAI juga menekankan pentingnya frekuensi pertandingan bagi atlet muda. Jam terbang yang cukup dianggap menjadi salah satu faktor utama agar kemampuan mereka tumbuh lebih stabil dari waktu ke waktu.
Dukungan dari berbagai pihak
Wisnu menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat, Chandra Asri Group, Barito Pacific, dan Barito Renewables atas dukungan terhadap pembinaan akuatik. Menurutnya, dukungan lintas pihak penting agar pembinaan tidak berhenti di satu event saja.
Dari KONI Pusat, Wakil Ketua Bidang IV Pembinaan Prestasi KONI Pusat, Kolonel Kes (Purn) Drs. Irfan Bachtiar, ikut memberi apresiasi atas penyelenggaraan kompetisi ini. Mewakili Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, ia menilai penambahan frekuensi pertandingan merupakan cara nyata untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.
Irfan juga berharap dukungan swasta bisa semakin meluas ke cabang olahraga lain. Dalam pesannya kepada atlet, ia mengingatkan bahwa setiap kompetisi adalah kesempatan untuk berkembang dan menambah pengalaman menuju prestasi yang lebih tinggi.
Olahraga sebagai pembentuk karakter
Ajang ini mengusung tema “Empower Youth, Empower Indonesia, Believe In Your Future Scholar, Swimmer, Leader”. Tema tersebut menegaskan bahwa olahraga dipandang bukan hanya sebagai jalur prestasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.
Human Resources and Corporate Affairs Director Chandra Asri Group, Suryandi, menilai kejuaraan ini penting untuk membentuk karakter dan mengembangkan potensi generasi muda. Ia melihat investasi pada generasi muda melalui olahraga sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul.
Kolaborasi antara KONI Pusat, Federasi Akuatik Indonesia, Chandra Asri Group, Barito Pacific, dan Barito Renewables menunjukkan bahwa pembinaan olahraga kini makin bertumpu pada kerja sama jangka panjang. Pola ini dipandang dapat membangun ekosistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan bagi renang Indonesia.
Target dari kolam GBK
Selain mengejar prestasi, penyelenggara juga mendorong pengurangan sampah selama kejuaraan berlangsung. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen terhadap event yang lebih bertanggung jawab.
Lewat Indonesia Short Course Emerging Series 2026, FAI dan KONI Pusat berharap lahir bibit-bibit perenang potensial yang kelak mampu bersaing di tingkat internasional. Target itu diarahkan hingga SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade, dengan pembinaan yang dimulai dari kompetisi usia muda seperti yang digelar di GBK.
Source: www.viva.co.id




