Daya tarik varian sporty Toyota ternyata tidak berhenti pada urusan tampilan. Di Indonesia, lini Gazoo Racing atau GR sudah memberi kontribusi sekitar 19 persen dari total penjualan Toyota, dan capaian itu menunjukkan minat pasar yang semakin kuat.
Menariknya, angka tersebut akan terlihat lebih besar jika hanya dihitung pada model yang memang punya pilihan GR dan non-GR. Di kelompok itu, kontribusi varian GR disebut mendekati separuh penjualan, atau rata-rata hampir 45 persen.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, menilai komposisi itu memperlihatkan respons pasar yang kuat terhadap identitas sporty yang dibawa GR. Ia juga menegaskan bahwa angka 19 persen berasal dari seluruh lini Toyota yang dijual saat ini.
Karena menghitung semua model, porsi itu ikut dipengaruhi model komersial seperti Toyota Rangga yang tidak memiliki varian GR. Saat penyaringan dilakukan hanya pada model yang tersedia dalam versi GR dan non-GR, proporsinya berubah cukup signifikan.
GR bukan lagi pemanis tampilan
Bansar menyebut capaian hampir 45 persen sebagai angka yang besar. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa varian GR tidak lagi dipandang sebagai pelengkap desain semata.
Pada sejumlah model, versi GR justru menjadi pilihan yang sangat kuat dibandingkan varian reguler. Fortuner dan Rush menjadi contoh model yang memiliki opsi GR dan non-GR, sehingga perbandingan penjualannya bisa terlihat lebih jelas.
Jika seluruh model yang punya varian GR digabungkan, komposisinya nyaris seimbang dengan varian biasa. Dengan kata lain, pasar untuk model GR di lini tersebut sudah berada di kisaran 50:50 terhadap varian non-GR.
Fortuner GR Sport berada di posisi teratas
Di antara seluruh model GR Toyota, Fortuner GR Sport tercatat sebagai model dengan penjualan paling tinggi. Posisi ini menegaskan bahwa segmen SUV ladder frame masih memiliki basis peminat yang kuat di pasar.
Tambahan identitas GR membuat Fortuner mendapat nilai tarik baru di mata konsumen. Model ini sudah dikenal luas, lalu diperkuat dengan kombinasi gaya, karakter tangguh, dan sentuhan performa visual.
Kinerja Fortuner GR Sport juga menunjukkan bahwa diferensiasi produk yang dilakukan Toyota berjalan efektif. Ketika varian GR pada sebuah model mampu menjadi penopang utama penjualan, label sporty tidak lagi berhenti pada fungsi citra merek.
Selera sporty masih punya ruang besar
Menurut Bansar, minat terhadap model GR juga mencerminkan selera konsumen Indonesia yang masih kuat pada tampilan dan karakter sporty. Meski kebutuhan pelanggan berbeda-beda, daya tarik semacam itu tetap terlihat jelas di pasar.
Toyota sendiri menghadirkan GR pada beberapa model melalui pilihan varian yang berjalan berdampingan dengan versi non-GR. Pola ini memberi pembanding langsung di pasar, dan hasil penjualannya menunjukkan varian GR mampu bersaing ketat di model yang sama.
Kontribusi total sekitar 19 persen dan rata-rata hampir 45 persen pada model yang punya pilihan GR memperlihatkan bahwa lini sporty Toyota kini punya peran yang nyata. Fortuner GR Sport menjadi contoh paling menonjol dari pergeseran itu, sekaligus penopang terbesar penjualan Toyota GR di Indonesia.
Source: otomotif.kompas.com




