Pasar tradisional kembali menghadapi tekanan pada awal pemantauan harga pangan ketika dua kebutuhan yang paling sering dicari rumah tangga bergerak naik sekaligus. Beras kualitas bawah II dan daging ayam ras segar menjadi komoditas yang paling menonjol karena kenaikannya terjadi pada saat belanja harian masyarakat masih sangat sensitif terhadap perubahan harga.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia menunjukkan, pada Ahad, 3 Mei 2026 pukul 08.30 WIB, beras kualitas bawah II naik 0,69 persen atau Rp100 menjadi Rp14.650 per kilogram. Pada waktu yang sama, daging ayam ras segar ikut terkerek menjadi Rp40.250 per kilogram, naik Rp1.050 dari periode sebelumnya.
Kenaikan dua komoditas itu menjadi perhatian karena keduanya termasuk bahan pokok yang dominan dalam pengeluaran rumah tangga. Saat beras dan ayam sama-sama menguat, beban belanja di pasar tradisional ikut terasa lebih berat, terutama bagi konsumen yang bergantung pada pembelian harian.
Meski begitu, pergerakan harga tidak terjadi seragam di seluruh kelompok pangan. Di kelompok beras, sejumlah jenis justru melemah, termasuk beras kualitas medium I yang turun ke Rp15.800 per kilogram dan beras kualitas super I yang berada di Rp16.850 per kilogram.
Pola tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian yang berlapis. Satu jenis beras menguat, sementara beberapa jenis lain menurun, sehingga tekanan harga tidak merata di semua lini beras.
Komoditas dapur lain ikut bergerak
Selain beras dan ayam, minyak goreng juga mencatat penguatan pada beberapa kategori. Minyak goreng curah naik tipis menjadi Rp20.550 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp24.050 per kilogram dan kemasan bermerek II Rp22.800 per kilogram.
Di sisi lain, sebagian kebutuhan dapur justru menunjukkan pelemahan harga. Gula pasir premium berada di Rp20.100 per kilogram dan gula lokal di Rp19.050 per kilogram, sehingga arah pergerakan harga di pasar tetap bercampur antara naik, turun, dan stagnan tipis.
Proteinnya turun, cabai tetap bergejolak
Pada kelompok protein lain, daging sapi kualitas I turun menjadi Rp142.900 per kilogram. Daging sapi kualitas II juga melandai ke Rp136.250 per kilogram, sementara harga telur ayam ras segar turun menjadi Rp31.000 per kilogram.
Bawang merah dan bawang putih turut tercatat turun di tingkat pedagang eceran. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan harga belum menyebar merata ke seluruh bahan pangan, meski beberapa komoditas penting justru sedang menguat.
Pergerakan cabai masih menjadi salah satu sumber fluktuasi terbesar. Cabai merah besar naik menjadi Rp49.500 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun 6,32 persen ke level Rp60.000 per kilogram dibandingkan data sebelumnya yang sempat melonjak pada akhir April.
Cabai rawit hijau bahkan mencatat penurunan paling tajam, yakni 12,14 persen menjadi Rp43.050 per kilogram. Arah harga yang berubah cepat pada komoditas ini menunjukkan pasar tradisional masih menghadapi penyesuaian yang belum benar-benar stabil.
Di tengah kondisi tersebut, beras kualitas bawah II dan daging ayam ras segar menjadi dua item yang paling disorot karena sama-sama naik pada saat kebutuhan pokok lain bergerak berlawanan arah. Kombinasi itu membuat pasar tradisional tetap berada dalam tekanan, meski sebagian komoditas lain sempat mereda.





